Salat Malam Ubah Hidup Dzoel Jadi Fotografer Disabilitas Sukses

Salat Malam Ubah Hidup Dzoel Jadi Fotografer Disabilitas Sukses

Gelora Media
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Setiap orang pasti pernah mendapatkan cobaan yang berat, seakan hidup itu tidak ada artinya lagi. Berdoa dan bangkit menjadi salah satu kekuatan yang sangat besar untuk menembus keterbatasan agar dapat mengubah hidup ke arah yang lebih baik.
Hal itu pun dibuktikan Achmad Dzulkarnain, seorang disabilitas yang kini jadi fotografer profesional. Di balik sosoknya yang aktif, pria yang akrab disapa Bang Dzoel ini memiliki masa lalu yang berat imbas perlakuan diskriminatif orang sekelilingnya.

"Banyak sih om, ujaran kebencian, mengolok, bahkan dari keluarga ketika ada tamu, saya di masukkan ke kamar, udah masuk kamar aja ini ada makanan. Itu jadi proses di mana mereka, beliau, menyembunyikan keberadaan saya ketika ada orang yang ke rumah," ujar Dzoel dalam tayangan Mola TV.

Seiring berjalannya waktu bahkan Dzoel pernah berpikir untuk mengakhiri hidupnya hingga tiga kali, tatkala banyak orang yang memperlakukannya berbeda. Namun, ada nurani kecil yang berbicara pada dirinya untuk bangkit dari keterpurukannya dan mulai berkarya.

Waktu itu belum ngerasa disembunyikan, namanya anak kecil tidak berpikir sejauh itu. Tapi ketika saya menyadari saya berbeda, bukannya lebih baik ke depannya tapi saya lebih hancur ke depannya. Bahkan saya ingin mengakhiri hidup, bunuh diri, hingga tiga kali," katanya.

"Di situ saya sadar bahwa ada sesuatu pertanyaan dari Tuhan, dari Allah, yang saya harus mencari jawabannya sendiri. Setiap orang pasti mengalami terjatuh dan ingin bangkit, tapi permasalahannya kita bisa bangkit dan melanjutkan hidup ini atau kita bangkit stagnan di titik keadaan itu," imbuhnya.

Akhirnya pada suatu titik, Dzoel menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan dengan melakukan salat di malam Jum'at untuk meminta petunjuk atas hidupnya. Proses ini pun jadi suatu perjalanan spritual awal kesuksesan Dzoel dimulai.

"Saya pasrahkan hidup saya ke Yang Maha Kuasa dan saya salat di malam hari, kemudian di situ saya baca-baca dan menemukan tulisan, innaallaha la yughayyiru ma biqawmin hatta yughayyiroo bianfusihim," ucapnya.

"Bahwa sesungguhnya Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum, keadaan suatu kaum, kecuali kaum itu yang mengubahnya sendiri, artinya perubahan sejati bukan dimulai dari orang lain perubahan sejati murni dari kita sendiri dan diawali dari diri sendiri," ungkap Dzoel.

Setelah itu, Dzoel pun mencoba mengawali perubahan dengan belajar fotografi di YouTube. Singkat kisah, berkat pengetahuannya ia bahkan mendapatkan beasiswa untuk belajar langsung dengan fotografer kawakan Darwis Triadi hingga dirinya menjadi fotografer profesional.

Kini, Dzul tidak hanya andal dalam memotret, ia bisa melakukan berbagai kegiatan layaknya orang dengan fisik normal. Pria asal Banyuwangi, Jawa Timur itu bisa pun mengendarai motor, mengemudi mobil, sampai main skateboard juga dia mampu.

Kami tidak cacat, kita hanya berbeda, dan bagi saya kecacatan sesungguhya bukan kecacatan fisik melainkan keburukan prilaku keburukan norma, jadi kecacatan fisik itu bukan suatu pembenaran untuk kemalasan," pungkasnya.

Itulah kristal pemikiran dari sosok Bang Dzoel. Penasaran cerita inspiratif lainnya? Anda dapat menyaksikan cerita lebih lengkapnya dalam acara Blusukan Butet Kartaredjasa: Bang Dzoel Menembus Batas Keterbatasan di Mola TV.

Acara tersebut dapat dilihat dengan berlangganan paket Corona Care Mola TV. Ini adalah suatu program yang di mana Mola TV mengajak masyarakat untuk turut peduli melalui Corona Care, sebuah program yang bertujuan untuk membantu pemerintah melawan wabah virus COVID-19 di Indonesia.

Program ini dapat disaksikan juga dengan memberikan sumbangan yang beragam mulai dari Rp 0 hingga Rp 50.000. Nantinya setiap sumbangan tersebut akan digandakan Mola TV dan disalurkan kepada BNPB dan PMI untuk membantu perjuangan melawan wabah virus Corona.(dtk)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita