Pria di Medan Lari Telanjang Keluar Hotel Minta Tolong, Ternyata karena Pasangannya Waria Bukan Wanita
logo

30 Mei 2020

Pria di Medan Lari Telanjang Keluar Hotel Minta Tolong, Ternyata karena Pasangannya Waria Bukan Wanita

Pria di Medan Lari Telanjang Keluar Hotel Minta Tolong, Ternyata karena Pasangannya Waria Bukan Wanita

GELORA.CO - Seorang pria telanjang dada tiba-tiba keluar dari hotel. Kepada warga di luar hotel ia bilang diperas dua waria yang dikira wanita sesuai pesanan awal.

Warga pun langsung curiga hotel tersebut kerap dijadikan lokasi transaksi mesum.

Warga Jalan Waru dan Jalan Sengon segera menggeruduk hotel di bilangan Jalan Waru, Medan Petisah, Kota Medan, Jumat (29/5/2020) dini hari.

Warga berang melihat tempat penginapan itu lantaran menduga sering dijadikan lokasi mesum pasangan bukan suami istri.

Aksi penggerudkan ini dilakukan warga setelah adanya seorang pria berlari ke luar hotel tanpa menggunakan busana.

Melihat kejadian itu, warga langsung menghampiri pria tersebut.

Dari penuturannya, pria itu mengaku hendak diperas oleh dua waria dan seorang wanita di kamar lantai dua hotel tersebut.

"Tolong bang, tolong saya bang. Saya mau dirampok oleh mereka," ucap pria yang tidak menyebutkan identitasnya itu.

Informasi yang dihimpun, penggerudukan hotel tersebut berawal saat warga mendengar teriakan minta tolong.

Sumber suara ternyata dari seorang pria yang berlari ke luar hotel dalam kondisi bugil.

Melihat ada pria minta tolong dan berlari dalam kondisi bugil, warga sekitar yang sedang duduk di sekitar lokasi hotel kemudian menghentikannya.

"Kenapa kau? Ada apa ini, kok bisa telanjang kau?" kata Doli, warga sekitar.

Pria bugil itu kemudian menceritakan peristiwa yang dialaminya sampai akhirnya lari ke luar hotel tanpa memakai sehelai benang pun di tubuhnya.

"Awalnya saya kenalan dengan cewek melalui aplikasi Mi Chat bang.

Kemudian aku disuruhnya datang ke hotel ini, dengan iming-iming berhubungan badan.

Tetapi setelah berada di dalam, saya tidak mengetahui adanya dua orang waria, dan mau menjebak saya dengan meminta uang jutaan rupiah," ujarnya.

Warga kemudian meminta kepada petugas yang berjaga di hotel itu untuk segera mengeluarkan kedua waria dan satu orang wanita yang melakukan pemerasan tersebut.

"Keluarkan pelaku-pelaku maksiat dari kampung ini. Jangan kotori kampung kami dengan zina," kata puluhan warga yang berteriak di depan hotel.

Saat warga meminta para pelaku maksiat itu untuk keluar, petugas yang menjaga hotel pun menghardik massa.

Petugas itu menyebutkan warga tidak berhak melakukan pemeriksaan atau menggerebek hotel.

Di saat itu pula, warga meminta kepada pria yang tidak berbusana itu untuk membuat laporan di Polsek Medan Baru, Jalan Nibung.

Setelah membuat laporan, sekitar setengah jam kemudian, aparat kepolisian dari Polsek tiba di lokasi.

Polisi kemudian meminta kepada penjaga hotel segera mengeluarkan para waria dan wanita pekerja seks komersial (PSK) tersebut dari dalam kamar.

Menurut penuturan dari aparat kepolisian, kedua waria dan wanita tersebut sudah sering melakukan tindakan pemerasan dengan modus berhubungan badan.

"Sudah sering mereka ini (melakukan pemerasan. Ini-ini aja orangnya," ucap polisi yang mengenakan masker tersebut.

Melihat adanya aparat kepolisian, warga meminta kepada seluruh pengunjung hotel yang bukan suami istri untuk keluar dan menjalani pemeriksaan urine di Polsek.

Selain takut jadi sarang peredaran narkoba, warga juga takut pengunjung yang tidak dikenal itu membawa wabah virus Corona atau Covid-19. (*)