Media Australia: Posisi Anies Baswedan sama seperti Gubernur New York Berhadapan dengan Presiden Trump
logo

9 Mei 2020

Media Australia: Posisi Anies Baswedan sama seperti Gubernur New York Berhadapan dengan Presiden Trump

Media Australia: Posisi Anies Baswedan sama seperti Gubernur New York Berhadapan dengan Presiden Trump

GELORA.CO -  Pemerintah provinsi Jakarta mulai memantau dan melacak kasus-kasus potensial Coronavirus pada Januari 2020.

Itu artinya, Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, lebih cepat sebulan sebelum Indonesia terlambat melaporkan kasus infeksi Virus Corona atau Covid-19 pertamanya pada 2 Maret 2020.

Anies Baswedan juga telah membantah klaim pemerintah pusat bahwa DKI "meratakan kurva" infeksi dan menyatakan jumlah kasus "jauh lebih tinggi" daripada yang ditunjukkan oleh data resmi.

Dalam kritik kerasnya terhadap respons pemerintah Indonesia yang lambat terhadap pandemi ini, media Australia, The Sydney Morning Herald, menyamakan Anies Baswedan Gubernur New York Andrew Cuomo.

Andrew Cuomo selama ini sering berhadap-hadapan dengan Presiden AS Donald Trump dalam mengambil kebijakan terkait Covid-19.

Kebijakan Cuomo yang melakukan lockdown secara cepat di New York, banyak dikritik dan ditentang Presiden Trump.  

Gubernur Anies Baswedan yang berpendidikan AS, juga sering bersikap keras, dan sering berbeda sikap dengan pejabat pemerintah pusat dalam menangani wabah Virus Corona.

Smh.com.au menyebut kedua pria itu bertindak cepat untuk mengendalikan virus sehingga berhadapan dengan para presiden (Presiden RI Joko Widodo dan Presiden AS Donald Trump) yang bertindak dengan urgensi lebih rendah.

Keduanya telah memenangkan pujian untuk pekerjaan mereka mencoba menyelamatkan hidup di kota-kota padat penduduk.

Jakarta memiliki populasi sekitar 10 juta, sementara New York City memiliki 8,3 juta.

Dalam sebuah wawancara dengan The Sydney Morning Herald dan The Age, Anies mengungkapkan bahwa pada 6 Januari 2020, setelah mendengar tentang kasus pertama virus baru di Wuhan, China.

"Kami sudah mulai mengadakan pertemuan dengan semua rumah sakit di Jakarta, memberi tahu mereka tentang [apa] pada waktu itu kami menyebut 'pneumonia Wuhan' - belum ada COVID," kata Anies. []