Ekonom: Dana Kartu Prakerja 3 Kali Kasus Bailout Bank Century
logo

5 Mei 2020

Ekonom: Dana Kartu Prakerja 3 Kali Kasus Bailout Bank Century

Ekonom: Dana Kartu Prakerja 3 Kali Kasus Bailout Bank Century

GELORA.CO - Ekonom Indef Bhima Yudhistira khawatir dana program kartu prakerja di tengah pandemi virus corona diselewengkan. Kalau kekhawatiran itu terbukti, penyelewengan dana bisa tiga kali kasus dana bailout Bank Century.

Bhima menyoroti dana fantastis Rp20 triliun yang terkesan buru-buru dikucurkan dengan konsep pelatihan yang dipaksakan. Ia menilai konsep awal program kartu prakerja yang diubah menjadi sepenuhnya online bukan hanya tidak efektif, namun juga sia-sia.

Jika angka itu diselewengkan, jumlah penyelewengan dana bailout (talangan) pemerintah ke Bank Century sebesar Rp6,7 triliun bisa kalah jauh. Seperti diketahui aliran dana bailout tersebut masih misterius.

Kasus Bank Century terjadi setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan menyuntikkan penyertaan modal sementara (PMS) untuk menaikkan rasio kecukupan modal (CAR) Bank Century menjadi 8 persen sebesar Rp 632 miliar.

Angka ini berdasarkan posisi keuangan per 31 Oktober 2008. Namun, dana tersebut membengkak menjadi Rp 6,76 triliun seiring memburuknya kondisi bank.

Ia juga mengaku heran dengan langkah pemerintah memaksakan peluncuran kartu prakerja di tengah pandemi virus corona. Pasalnya, Bhima menilai peningkatan keahlian bukan yang dibutuhkan saat ini. Tapi, bantuan dalam bentuk uang tunai (BLT).

Bhima menyebut banyak program pelatihan yang 'ngawur' dan tidak tepat untuk saat ini merupakan bukti ketidaksiapan program kartu prakerja. Kompetensi dari penyedia layanan pun dipertanyakannya.

"Contohnya ada training jurnalistik, apa sudah ada kompetensi keahlian dari lembaga pelatih dan menerbitkan sertifikat? Banyak sekali pelatihan yang tidak sesuai dan terkesan ecek-ecek," ungkapnya.

Bhima mengaku tak habis pikir melihat berbagai macam model pelatihan yang sebetulnya tersedia di berbagai platform secara gratis. Ia lantas menyindir program itu, peserta tak harus menggunakan saldo ratusan ribu hanya untuk belajar menggoreng singkong atau pun mengetahui sopan santun membalas email.

Ia menyebut pemerintah sebenarnya telah memiliki konsep pelatihan serupa lewat Balai Latihan Kerja (BLK). Dengan demikian, perintisan program kartu prakerja merupakan pemborosan anggaran. Konsep BLK pun matang dan memiliki standar atau ISO yang jelas.

"Solusinya ditahan dulu. Pelatihan itu cocoknya kalau sebagian ada praktiknya, apa lagi ini videonya bisa di-skip (dipercepat)," ucapnya. (*)