Denny Siregar Sebut Rakyat Lebih Butuh Pekerjaan Dibanding Karantina
logo

8 April 2020

Denny Siregar Sebut Rakyat Lebih Butuh Pekerjaan Dibanding Karantina

Denny Siregar Sebut Rakyat Lebih Butuh Pekerjaan Dibanding Karantina

GELORA.CO - Pengamat politik Denny Siregar berpendapat bahwa rakyat lebih membutuhkan pekerjaan dibanding karantina dalam krisis covid-19.

"Lockdown tidak menyelesaikan malah menyebabkan masalah," kata Denny dengan menggambarkan situasi negara India ketika memberlakukan lockdown untuk mengatasi wabah corona.

Denny pun menggunakan kasus kekacauan lockdown India jika diimplementasikan di Indonesia.

"Seharusnya lockdown atau karantina wilayah itu tidak ada. Itu akan mematikan ekonomi suatu daerah, dan kalau ekonomi itu mati, orang akan mencari daerah lain untuk mendapat kesempatan kerja, dan di sana lah penularan dimulai." kata Denny melalui channel YouTube Cokro TV yang diunggah pada Selasa (7/4/2020).

Menurut Denny, baiknya pemerintah tetap membiarkan masyarakat mencari nafkah namun diawasi dengan protokol yang ketat.

"Seharusnya pemerintah tetap membiarkan orang bekerja. Dengan syarat ketat yaitu dengan tetap menjaga jarak dari kontak fisik," ucap Denny.

Denny menyarankan agar pemerintah membuat imbauan yang dikampanyekan secara besar-besaran.

Ia menambahkan, "Dibuat gugus tugas khusus untuk mengawasi kantor dan pabrik apakah mereka sudah mematuhi himbauan atau tidak. Perusahan diwajibkan menyediakan disinfektan atau perlengkaapan kesehatan lainnya. Perusahaan juga wajib mengawasi kesehatan karyawannya".

Selain perusahaan dan perkantoran, Denny juga menyebut transportasi publik juga menggunakan protokol serupa.

Denny menegaskan bahwa orang harus tetap bekerja supaya tetap mendapat penghasilan untuk makan.

"Kalau arus ekoomi tetap bergerak, negara akan sehat. Mungkin akan berkurang dari sebelumnya, yang pasti tidak mati sama sekali," Denny berpendapat.

Ia memaparkan kalau masyarakat tidak bekerja akan ada banyak produksi dan aktivitas mati. Usaha akan tutup karena bangkrut dan PHK besar-besaran terjadi.

"Banyaknya pengangguran akan menambah masalah bagi negara. Pulang ke desa dan mencari pekerjaan lain, dan potensi penularan akan semakin tinggi," kata Denny.

Selain risiko penularan, masyarakat yang kehilangan pekerjaan juga berpotensi menimbulkan masalah sosial lainnya.

"Itu belum potensi pengangguran akan berdampak pada kerusuhan sosial seperti penjarahan," imbuh Denny.

Denny menyebutkan, sudah naluri manusia untuk terus bergerak. Sedangkan stimulus yang diberikan pemerintah sifatnya hanya sementara saja.

"Jaring pengaman yang disiapkan Jokowi sebesar 400 triliun Rupiah sifatnya sementara saja. Tapi jika tidak diikutkan dengan pergerakan ekonomi di sektor informal, maka uang itu akan habis tak berbekas , sia-sia dan masalah baru akan datang," tutur Denny.

Masalah lanjutan ini pula yang diisebut Denny "bukan lagi gempa, tapi sudah menjadi tsunami resesi raksasa". [sc]