Warga Ciamis Kecam Ridwan Saidi Terkait Kerajaan Galuh 'Brutal' -->
logo

14 Februari 2020

Warga Ciamis Kecam Ridwan Saidi Terkait Kerajaan Galuh 'Brutal'

Warga Ciamis Kecam Ridwan Saidi Terkait Kerajaan Galuh 'Brutal'

GELORA.CO - Budayawan Betawi Ridwan Saidi menyinggung sejarah Kerajaan Galuh di Ciamis. Dalam channel Youtube Macan Idealis Babe Saidi menyebut Galuh artinya brutal. Selain itu dia juga menyebut bahwa di Ciamis tak ada kerajaan.
Sontak berbagai elemen warga Ciamis ramai-ramai melakukan protes dan kecaman kepada Ridwan Saidi. Sejumlah postingan status di media sosial Facebook di Ciamis juga ramai membicarakan hal itu.

Pada Kamis (13/2/2020), Akademisi, budayawan, kabuyutan, tokoh masyarakat dan Pemda Ciamis sebanyak 200 orang hadir melakukan pertemuan di Universitas Galuh Kabupaten Ciamis. Dalam pertemuan ini menghasilkan beberapa poin tuntutan yang ditujukan kepada Ridwan Saidi di antaranya akan melaporkan persoalan ini kepada pihak yang berwajib.

"Kami tunggu 2x24 jam Ridwan Saidi datang ke sini untuk membuktikan segala omongannya iya apa nggak. Di Galuh, di Ciamis ini prasasti banyak, setiap jengkal di Ciamis adalah situs. Jika (Ridwan Saidi) tidak datang, kami akan melaporkan persoalan ini kepada pihak yang berwajib," ujar Ketua Dewan Kebudayaan Ciamis yang juga Rektor Universitas Galuh Yat Rospia Brata.

Budayawan Ciamis Aip Saripudin mengaku kaget dengan pernyataan Babe Saidi. Menurutnya, sejarah Galuh memiliki data yang valid. Salah satu bukti adanya Situs Ciung Wanara Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing yang merupakan bekas Kerajaan Galuh. Juga Situs Astana Gede Kawali tempat beberapa prasasti ditemukan.

"Bukti-bukti yang ada di Ciamis sudah diakui oleh para peneliti, karena itu pendapat beliau ini sangat tidak patut untuk disampaikan," kata Aip.

Warga Turun ke Jalan Tuntut Ridwan Saidi Minta Maaf

Pada Jumat (14/2/2020), berbagai elemen masyarakat Ciamis turun ke jalan melakukan aksi kepedulian di Alun-alun Ciamis. Budayawan, kabuyutan, organisasi masyarakat, suporter sepakbola balad Galuh melakukan orasi mimbar bebas. Bahkan aksi ini dihadiri langsung oleh Bupati Ciamis Herdiat Sunarya dan Wakil Bupati Ciamis Yana D Putra.

Massa meminta Ridwan Saidi datang ke Ciamis untuk membuktikan ucapannya. Galuh yang diartikan brutal oleh Ridwan Saidi telah menyinggung masyarakat Ciamis. Massa juga melakukan penandatanganan pernyataan sikap dalam spanduk putih.

"Kita merasa tidak nyaman dengan ucapan Ridwan Saidi. Kenapa harus memakai bahasa Galuh itu brutal. Lalu menurut referensi Armenia, Armenia yang mana? itu juga tidak disebutkan, tidak jelas," ujar perwakilan aksi, Andi Ali Fikri.

Andi meminta Ridwan Saidi minta maaf kepada warga Ciamis bila ucapannya tidak benar. Jika tidak ada klarifikasi dan permintaan maaf maka pihaknya akan melaporkan ke kepolisian.

Ridwan menepis protes warga Ciamis. Sewaktu dikonfirmasi detikcom, Kamis (13/2/2020), Babe Saidi mengaku tidak bermaksud mencemooh sejarah di Ciamis, Ia justru mengajak melakukan penelitian terkait sejarah Sunda Galuh.

"Saya enggak punya niatan lain, anak Betawi saya kritik abis-abisan. Ane enggak ada pamaksadan nu aneh-aneh enggak ada (saya tidak bermaksud yang aneh-aneh tidak ada)," ucap Babe Saidi saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Menurutnya, kata Galuh itu berasal dari bahasa Armenia yang berarti brutal. "Bukan dari saya, masa ngarang, saya enggak bisa ngarang-ngarang dong, yang bener aje," ucap Babe Saidi.(dtk)