Wabah Virus Korona Buat Kota Shanghai 'Koma', Warga: Kami Muak Tinggal di Rumah!
logo

8 Februari 2020

Wabah Virus Korona Buat Kota Shanghai 'Koma', Warga: Kami Muak Tinggal di Rumah!

Wabah Virus Korona Buat Kota Shanghai 'Koma', Warga: Kami Muak Tinggal di Rumah!


GELORA.CO - Selama lebih dari sepekan, penduduk Shanghai yang berani pergi keluar rumah menemukan sesuatu yang asing: kedamaian dan ketenangan.

Wabah virus korona yang mematikan membuat sebagian besar aktivitas di China terhenti. Namun mungkin, tidak ada perubahan yang lebih mencolok daripada di kota terbesar dan paling ramai di negara itu.

Hilang sudah kemacetan lalu lintas, trotoar ramai, dan pengusaha yang bergegas berangkat bekerja. Suasana itu digantikan oleh jalan-jalan kosong yang menakutkan, bar dan bisnis yang tutup, dan hanya pejalan kaki sesekali - selalu di belakang topeng pelindung.

Shanghai merupakan yang terpadat dari banyak kota besar di China, tetapi keramaian di sana hilang seperti dihantam bom atom.

Gedung-gedung pencakar langit perusahaan yang menjulang sebagian besar kosong.

Keheningan hanya sesekali terganggu oleh dentang menara jam setinggi 90 meter di atas Shanghai Customs House yang berusia 93 tahun.

Zhao Feng merupakan salah satu dari beberapa orang-orang yang lewat, yang tersebar di kawasan pejalan kaki pada hari terakhir.

"Kami tahu tidak baik pergi ke luar, tapi kami memakai masker sebagai tindakan pencegahan," kata Zhao (40), dalam perjalanan bersama keluarga, seperti dikutip AFP.

"(Shanghai) sangat tenang karena semua orang memiliki rasa perlindungan diri yang kuat."

Sebagian besar warga mematuhi arahan resmi -yang dikeluarkan melalui pesan teks massal atau pengeras suara- untuk jangan keluar kecuali jika benar-benar diperlukan.

Ketika keluar, pejalan kaki sering pindah ke satu sisi trotoar untuk menghindari warga lain yang mendekat.

Sistem kereta bawah tanah di sana, salah satu yang terpanjang di dunia, memberlakukan aturan wajib memakai masker, seperti halnya setiap bisnis yang masih tetap terbuka.

Bagi mereka yang terjebak di rumah, pemerintah mengeluarkan serangkaian tips tentang hal-hal seperti latihan di rumah atau cara menghindari gangguan pernapasan, seperti pneumonia.

"Kurangi mengkonsumsi laporan media yang membuat orang tidak bahagia, sehingga mengurangi kekhawatiran dan masalah Anda," kata sebuah surat edaran pemerintah.

Namun, rasa bosan akhirnya membebani banyak orang.

"Yang bisa saya katakan adalah saya muak tinggal di rumah!" kata salah satu warganet di media sosial.

Cuaca cerah yang menghiasi kota selama beberapa hari terakhir memikat banyak warga nekat berjemur.

Namun hal itu memicu perintah baru dari pihak berwenang di media sosial.

"Anda tidak bisa mendisinfeksi diri dengan berdiri di bawah sinar matahari," katanya.(*)