Tingkat Kepuasan Publik ke Ma'ruf Amin Rendah, Pengamat: Perannya Kurang Jelas
logo

20 Februari 2020

Tingkat Kepuasan Publik ke Ma'ruf Amin Rendah, Pengamat: Perannya Kurang Jelas

Tingkat Kepuasan Publik ke Ma'ruf Amin Rendah, Pengamat: Perannya Kurang Jelas


GELORA.CO - Direktur Eksekutif Center for political, social, economic and law studies (Cespels) Ubedilah Badrun mengatakan, peran Wakil Presiden Ma"ruf Amin dalam mengelola pemerintahan hanya sebatas pelengkap semata.

Demikian disampaikan Ubed saat menanggapi hasil survei Indo Barometer khususnya terkait tingkat kepuasan publik terhadap Wapres Ma"ruf Amin.
 
"Posisi Wapres Ma"ruf Amin dalam pentas politik nasional lebih ditempatkan sebagai simbol representasi politisi santri bukan wakil kepala pemerintahan pembantu Jokowi," kata Ubed kepada wartawan di Jakarta, Rabu (19/02/2020). 

Pada saat yang sama, lanjut Ubed, pembagian tugas antara Presiden dan wakil presiden juga kurang ditegaskan oleh Jokowi sejak awal.

"Akibatnya Ma"ruf Amin hanya bekerja sesuai tafsir dirinya tentang wakil Presiden yang tertuang dalam Undang-Undang kepresidenan," tandas Aktivis 98 itu.
 
Dikatakannya, kinerja Ma"ruf Amin secara politik kekuasaan kurang terlihat dihadapan masyarakat. 

"Jadi tidak aneh kalau hasil survei menyebut ketidakpuasan publik terhadap Ma"ruf Amin cukup tinggi," ujarnya. 

Seperti diketahui, hasil survei Indo Barometer terkait tingkat kepuasan masyarakat terhadap Jokowi lebih besar jika dibandingkan dengan kepuasan publik terhadap wakilnya Ma"ruf Amin. 

Berdasarkan hasil survei Indo Barometer, sebanyak 70,1 persen masyarakat mengaku puas terhadap kinerja Jokowi. Sedangkan 49,6 persen responden menjawab puas terhadap kinerja Wakil Presiden Ma"ruf Amin.

Namun demikian ada responden yang mengaku tidak puas dengan kinerja Ma"ruf Amin sebesar 37,5 persen. (ts)