Kasus Dana Asuransi Dan Pensiun, Menteri BUMN Kocok Sana-sini Ujungnya Apa?
logo

14 Februari 2020

Kasus Dana Asuransi Dan Pensiun, Menteri BUMN Kocok Sana-sini Ujungnya Apa?

Kasus Dana Asuransi Dan Pensiun, Menteri BUMN Kocok Sana-sini Ujungnya Apa?

OLEH: SALAMUDDIN DAENG
 KETIKA Jiwasraya dimumkan bermasalah, korup, investasi saham gocekan dan abal-abal, kita langsung tahu itu perusahaan asuransi telah dihancurkan oleh pemerintah. Mengapa? Asuransi adalah bisnis yang hidup atas dasar kepercayaan publik.

Ketika kepercayaan publik hilang, berarti perusahaan asuransi itu telah tamat riwayatnya, atau telah mati! Siapa yang mengumumkan, tak lain pemiliknya sendiri yakni Pemerintah.

Setelah Jiwasraya, masalah lalu menular ke Asabri, menular lagi ke Jamsostek, lalu menular lagi ke Taspen dan menular ke Bumi Putera. Itu semua asuransinya pemerintah, lima tahun di bawah kekuasaan pemerintahan Jokowi, sejak tahun 2014 diatur dan diawasi OJK, di bawah ketua KSSK Sri Mulyani.

Sekarang diumumkan dirundung masalah akibat manajemen yang buruk dan korupsi? Asuransi ini semua adalah asuransi dan pengelolah dana pensiun pemerintah. Jadi kepercayaan publik pada perusahaan asuransi dan pensiun milik pemerintah hancur sudah. Itu semua adalah kelompok asuransi yang terbesar dan menguasai sebagian besar dana asuransi dan pensiun di dalam negeri.

Bagaimana asuransi swasta atau dana pensiun swasta? Selama ini swasta hanya mengelola yang kecil-kecil, tentu kalah jauh dibandingkan Jamsostek, Taspen, Asabri, BPJS Kesehatan, Jiwasraya, Bumiputera, dan dana pensiun PLN, Pertamina, Telkom, dan BUMN besar-besar lainnya.

Selama ini, asuransi swasta atau dana pensiun swasta ini menumpang atau menyusu di dana asuransi atau pensiun BUMN dan pensiun PNS. Mereka hidup dari penempatan dana perusahaan asuransi pemerintah atau pensiun milik Negara.

Bagaimana sekarang? Setelah pengelolaan dana pensiun dan dana asuransi negara semua sudah terbukti bobrok, rusak dan korup? Siapa yang paling riang gembira dengan keadaan ini? Tidak lain dan tidak bukan adalah pesaing dari perusahaan dana pensiun dan dana asuransi milik negara tersebut.

Dana pensiun dan dana asurnasi sumber modal jangka panjang yang sangat menggiurkan bagi para taipan nasional. Mereka semua memiliki usaha semacam, sejenis itu, tapi sekarang terkendala karena BUMN menguasai semuanya. Sungguh kebetulan ini dapat dipukul oleh kabinet yang baru dengan alasan karena pengelolaan yang kotor, dan tidak jujur.

Lalu tiba-tiba Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan akan menyatukan semua BUMN asuransi dan pensiun, akan membentuk lembaga baru untuk menyatukannya? Ini ide luar biasa mengagetkan, dari mana datangnya, kajian akademiknya dari mana? Tidak ada!

Pokoknya Menteri BUMN akan membuat langkah untuk menyatukan semua uang besar ini. Luar biasa Ini dana yang mau disatukan besar sekali, jumlah dana asuransi dan  pensiun keseluruhan bisa mencapai Rp 1.000 triliun.

Ini membuat karyawan BUMN deg-degan, ini juga membuat PNS was-was, apakah dana mereka akan dikocok sana-sini nantinya. Apa bisa selamat dana-dana ini nantinya? Belum lagi ini dana pensiun dan asuransi BUMN mulai dari BUMN yang imut-imut, yang selalu merugi, bersatu dengan dana pensiun dan asuransi BUMN yang besar-besar seperti Pertamina, Telkom, PLN, PTPN, dll.

Ini adalah adonan jumbo mimpi Menteri BUMN, dana besar, proyek besar. Enak enggak ya, Kalau dananya nanti ilang semua? Asuransi kan bukan bank, tak punya dampak sistemik.

(Penulis adalah peneliti dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI)
loading...
close
Subscribe REKAT TV