Anies Vs Prabowo di 3 Survei Capres 2024
logo

25 Februari 2020

Anies Vs Prabowo di 3 Survei Capres 2024

Anies Vs Prabowo di 3 Survei Capres 2024

GELORA.CO - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bersaing ketat dalam survei elektabilitas capres 2024. Nama Prabowo selalu mengungguli Anies dalam survei yang dirilis oleh tiga lembaga. Bagaimana hasilnya?
Mulanya nama dua pejabat publik ini muncul dalam survei yang dilakukan oleh Indo Barometer. Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari mengatakan survei itu dilakukan pada 9-15 Januari 2020 terhadap 1.200 responden dari 34 provinsi.

Metode penarikan sampel yang dilakukan ialah multistage random sampling dengan margin of error sebesar 2,83 persen. Adapun tingkat kepercayaan dari survei ini sebesar 95 persen. Nama Prabowo unggul dalam survei ini.

"Ini pilihan calon presiden tanpa Jokowi. Simulasi 22 calon presiden, Prabowo Subianto itu 22,5 persen, Anies Baswedan 14,3 persen, Sandiaga Salahuddin Uno 8,1 persen, Ganjar Pranowo 7,7 persen, Tri Rismaharini 6,8 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 5,7 persen," ujar Qodari di Hotel Century Park Senayan, Jakarta, Minggu (23/2/2020).

Selanjutnya, dalam survei yang dirilis oleh Parameter Politik Indonesia (PPI) dan Politika Research and Consulting (PRC) Prabowo masih unggul. Saingan Prabowo yang paling kuat adalah pasangannya di Pilpres 2019 lalu, Sandiaga Uno. Sedangkan nama Anies terhempas jauh selisihnya dengan Prabowo.

Survei ini dilaksanakan oleh PRC dan PPI sejak awal Februari 2020 dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei ini menggunakan metodologi multistage random sampling dengan mewawancarai 2.197 responden yang tersebar di 220 desa atau kelurahan seluruh Indonesia dan margin of error sebesar 2,13 persen.

Hasilnya elektabilitas Prabowo sebagai capres 2024 sebesar 17,3 persen lalu diikuti Sandiaga Uno sebesar 9,1 persen. Sementara itu pada posisi ketiga ada Ganjar Pranowo dengan elektabilitas sebesar 8,8 persen dan diikuti posisi keempat Anies Baswedan 7,8 persen.

Direktur Eksekutif PPI, Adi Prayitno mengatakan elektabilitas capres 2024 Anies Baswedan cenderung terjun bebas sejak awal tahun 2020. Dia menyebut ini dikarenakan permasalahan banjir di DKI Jakarta.

"Dalam bacaan kita kenapa Anies di bawah Sandiaga dan Ganjar mungkin karena badai besar di Jakarta, terpaan banjir dari awal Januari sampai sekarang itu efektif membuat elektabilitas Anies terjun bebas," kata Adi saat memberi pemaparan survei, di hotel Gren Alia, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (23/2/2020).

Adi mengatakan bukan persoalan atau bullying terkait formula E atau lem aibon yang menggerus elektabilitas Anies. Banjir, menurutnya, yang sukaes menurunkan elektabilitas Anies tanpa perlu dibully.

Sementara itu, hasil yang dirilis oleh Median kembali menunjukkan fenomena yang berbeda, namun Prabowo tetap unggul. Median menggelar survei pada pekan pertama dan kedua Februari 2020. Ada 1.200 responden dalam survei yang dipilih dengan metode multistage random sampling. Margin of error survei sebesar 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Prabowo menempati tingkat popularitas tertinggi atau sebesar 93,6 persen disusul Sandiaga Uno, Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Puan Maharani. Kemudian menyusul nama Mahfud Md, Ridwan Kamil, Khofifah Indar Parawansa, Tito Karnavian, dan Gatot Nurmantyo.

"Kalau pemilu diadakan saat pengambilan data, maka yang menang Prabowo 18,8 persen. Ditempel Anies Baswedan 15,8 persen, tipis sekali, masih masuk dalam margin of error," kata Direktur Median Rico Marbun di Upnormal Coffe Roaster, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Senin (24/2/2020).

Sandiaga Uno (9,6 persen), AHY (8,3 persen), dan Ridwan Kamil (5,7 persen) menyusul perolehan elektabilitas Prabowo dan Anies Baswedan. Rico mengatakan ada semacam pola yang terbentuk dalam hasil popularitas dan elektabilitas capres 2024 ini.

Tanggapan Sandiaga Hingga Puan

Sejumlah politikus menanggapi hasil survei ini. Sandiaga Uno yang merupakan Eks Wagub DKI Jakarta pendamping Anies dan Dewan Pembina Gerindra ini mengajak masyarakat menahan diri. Sandiaga menyebut periode kedua kepemimpinan Jokowi baru saja dimulai.

"Baru saja ini selesai, baru saja kita merajut kebangsaan kita. Baru saja ada satu inovasi yang luar biasa, di mana Pak Presiden Jokowi merangkul mantan rivalnya Pak Prabowo bergabung. Baru saja pemerintahan ini terbentuk dan memulai kerjanya. Belum sampai 6 bulan kita sudah bicara suatu hal yang mesti sangat jauh, gitu lho," ujar Sandiaga setelah memberi kuliah umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Magelang, Senin (24/2/2020).

"Jadi saya tidak ingin masuk dalam satu diskursus, apalagi diskursus yang penuh dengan ketidakpastian, hypothetical, dan berpotensi memecah belah bangsa lagi. Karena pendukung A nggak akan akur dengan pendukungnya B, pendukung B mencoba menarik pendukung C," sambungnya.

Sandiaga menuturkan saat ini Prabowo masih menjabat Menteri Pertahanan kabinet Jokowi, dan Anies masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. Dia mengatakan saat ini yang terpenting adalah memberi kesempatan kepada masing-masing pihak yang masuk bursa capres untuk menunaikan tugas saat ini.

"Jadi kebetulan semuanya masih bertugas ya, Pak Prabowo masih Menteri Pertahanan, Pak Anies masih gubernur, ada masalah besar di DKI yang harus kita selesaikan sama-sama. Biarkan mereka fokus pada tugas masing-masing," ujarnya.

Sementara itu, tanggapan berbeda disampaikan oleh Gerindra. Gerindra menilai Prabowo cocok menjadi presiden dan Anies jadi wakil presiden (wapres).

"Susah saya, Anies teman saya, Prabowo bos saya, bagaimana saya berkomentar," kata Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Namun, menurut Desmond, yang paling cocok adalah Prabowo menjadi presiden dan Anies menjadi wapresnya.

Paling bagus menurut saya, Prabowo presiden, Anies wapresnya, nah bagus tuh," ujar Wakil Ketua Komisi III DPR itu.

Tanggapan juga datang dari Ketua DPR RI Puan Maharani. Puan menilai Prabowo menjadi kandidat terkuat karena sudah beberapa kali mengikuti kontestasi pilpres.

"Kan apa pun Pak Prabowo itu sudah berkali-kali ikut dalam kontestasi. Jadi kalau rakyat mengenal, ya, pastinya iya, karena ikut terus dalam kontestasi nasional," kata Puan di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/2/2020).(dtk)
loading...