Kenangan Ngopi Bareng dan 'Cinta Segitiga' di Pembunuhan Hakim Jamaluddin -->
logo

16 Januari 2020

Kenangan Ngopi Bareng dan 'Cinta Segitiga' di Pembunuhan Hakim Jamaluddin

Kenangan Ngopi Bareng dan 'Cinta Segitiga' di Pembunuhan Hakim Jamaluddin

GELORA.CO - Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin, dan Jefri Pratama eksekutor pembunuhan yang dibayar Zuraida Hanum ternyata saling kenal. Aroma cinta segitiga antara Jamaluddin, istrinya Zuraida, dan Jefri kian kental mewarnai pembunuhan berencana ini.

Fakta terbaru, beredar foto Jamaluddin dan Jefri dalam momen santai pernah bertemu untuk ngopi bareng di sebuah kafe di Kota Medan. Dari foto yang beredar, Jamaluddin dan Jefri duduk bersebelahan. Jefri terlihat sedang memperhatikan Jamaluddin.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja membenarkan bahwa keduanya pernah bertemu. "Iya, saling kenal. Mereka pernah bertemu. Tapi nggak akrab lah," jelas Tatan saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis pada 16 Januari 2020.

Hubungan Jamaluddin, Zuraida, dan Jefri menjadi sorotan setelah kasus pembunuhan ini terbongkar. Fakta-fakta terungkap dari rentetan rekonstruksi pembunuhan hakim Jamaluddin yang diperagakan Zuraida dan 2 eksekutor Jefri dan Reza Fahlevi.

Sambil menangis, Zuraida membuka kartu Jamaluddin. Dia menyebut suaminya berselingkuh. Zuraida mengungkapkan pembunuhan Jamaluddin dilatarbelakangi sakit hati cintanya dikhianati suaminya. Tidak tega disakiti, Zuraida mengaku pernah meminta berpisah dari Jamaluddin. Namun, keinginan Zuraida ditolak Jamaluddin.

Zuraida lalu menggandeng Jefri dan Reza untuk menghabisi suaminya di rumahnya pada Kamis 28 November 2019 dini hari. Jefri dan Reza diketahui memilihi hubungan keluarga. Jefri bahkan tercetat pernah maju mencalonkan diri sebagai caleg Hanura DPRD Medan.

Di sela-sela rekonstruksi, Zuraida maupun Jefri kompak mengutarakan niatnya membangun mahligai rumah tangga nan bahagia usai membunuh Jamaluddin. "Itu rencana mereka," kata Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Tatan Dirsan Atmaja. Rencana itu disampaikan mereka saat rekonstruksi," kata Tatan.

Beda Zuraida, beda pula keterangan kubu Jamaluddin. Kuasa hukum Jamaluddin, Maisarah mengatakan permintaan perceraian pernah disampaikan Jamaluddin kepadanya tiga hari sebelum kliennya ditemukan tewas.

Saya dikonsultasi, rencananya mau dikasih untuk ibu (istri Jamaluddin), cuma mungkin ibu ada pengacara sendiri atau gimana, saya nggak tahu. Terakhir di tanggal 26 (September 2019) bapak minta kami untuk mendampinginya," jelas Maisarah saat dihubungi, Kamis (9/1/2020).

Maisarah mengatakan Jamaluddin berencana menyerahkan berkas perceraian itu kepadanya pada Rabu (27/11). Namun, karena dia masih mengerjakan berkas perkara lain, pertemuan itu tidak jadi dilakukan. Jamaluddin mengaku ingin bercerai dari Zuraida karena rumah tangganya sudah tidak harmonis.

"Saya tak pernah lihat mereka bertengkar. Tapi bapak pernah bilang gini sama saya: suka kali dia ngatur-ngatur saya, padahal dirinya saja tak bisa diatur. Cari berantem aja tiap hari, ada aja bahan yang mau diberantamkan," ujar Maisarah

Zuraida punya rencana, namun Tuhan yang menentukan segalanya. Impian Zuraida bersanding dengan Jefri kandas di tengah jalan. Keduanya kini ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan hakim Jamaluddin dan kini hidup di balik jeruji besi.(dtk)