Aiman Sindir Abu Janda Gemeteran Gegara 212 Dorong Hukuman Mati
logo

3 Desember 2019

Aiman Sindir Abu Janda Gemeteran Gegara 212 Dorong Hukuman Mati

Aiman Sindir Abu Janda Gemeteran Gegara 212 Dorong Hukuman Mati

GELORA.CO - Pegiat Media Sosial, Permadi Arya alias Abu Janda disebut dalam tiga tokoh yang menistakan agama.

Bahkan, mereka didesak untuk segera diadili saat aksi reuni akbar 212.

Abu Janda yang hadir dalam acara Sapa Indonesia Malam Kompas TV pada Senin (2/12/2019), sempat mendapat sindiran dari sang pembawa acara, Aiman Witjaksono.

Mulanya, Ketua II Presidium Alumni 212, Haikal Hassan yang turut menjadi narasumber melalui sambungan telewicara meminta agar para pelaku penista agama dapat diadili.

Haikal Hassan kemudian menyinggung kasus hukum yang kini tengah dihadapi Sukwamawati Soekarnoputri yang dianggap telah menghina Nabi Muhammad SAW.

"Penistaan terhadap agama dan dalam hal ini adalah merendahkan derajat Nabi Muhammad SAW yang tentunya semua Muslim menghormatinya itu adalah sebuah pelajaran yang apabila tidak diambil tindakan hukum," ujar Haikal Hassan.

Ia mengatakan, sebenarnya kasus penodaan agama sudah sering terjadi namun baru-baru ini viral di media sosial.

"Dan ini kan bukan satu kali gitu loh, penistaan pada Nabi Muhammad sering dilakukan dan baru kali ini terjadi viral gitu loh," lanjutnya.

Lalu, pria yang akrab disapa dengan Babe Haikal ini menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin menghukum mati para pelaku penoda agama.

Ia hanya ingin penoda agama diproses secara hukum yang berlaku.

"Dan teman-teman sekalian kita bukan menghukum, bukan mau menghukum mati yuk coba terapkan dialognya, ajak pakar-pakar hukum."

"Lalu dudukkan, lalu proses agar tidak terjadi lagi kemudian hari," paparnya.

Kemudian, Haikal Hassan menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya membela agama Islam.

Ia mengatakan bahwa semua agama tidak boleh dinista.

"Penistaan terhadap agama apapun tidak diizinkan oleh agama apapun, semua agama tidak boleh dinista, semua tokoh agama tidak boleh direndahkan, tidak hanya nabi Muhammad silahkan, tidak hanya para ulama, para kyai, para habib, para pendeta juga dilakukan demikian, para pastur dan sebagainya," ungkap Haikal Hassan panjang lebar.

Menurunya, jika tidak ditindak tegas maka para pelaku tidak akan jera.

"Sekarang kalau ini didiamkan maka ini akan terjadi, inipun begini, inipun begini kenapa enggak ada kapok-kapoknya."

"Kenapa selalu umat Islam yang menjadi korban dalam penistaan, baik terhadap agamanya, terhadap ajarannya, terhadap orang-orang dan tokohnya," tegas Haikal Hassan.

Lalu, Aiman sebagai pembawa acara memotong pernyataan Haikal Hassan.

Aiman mengatakan bahwa dirinya sempat melakukan sesi wawancara dengan alumni 212 yang lain, Yusuf Martak.

"Bung Haikal kemarin permasalahannya, kemarin saya juga mewawancarai Bang Yusuf Martak," ujar Aiman.

Menurut keterangan Aiman, Yusuf Martak mengatakan bahwa ada tiga tokoh yang didesak lantaran dianggap melakukan penistaan agama.

Tiga tokoh itu, Sukmawati, Ade Armando (Dosen UI), dan Abu Janda.

"Bang Yusuf Martak mengatakan, salah satu yang akan disampaikan pada reuni akbar 212 hari ini adalah dorongan atau desakan kepada tiga tokoh, tiga sosok yang selama ini dilaporkan tapi belum diproses hukum," jelas Aiman.

"Pertama adalah Sukmawati Soekarnoputri, yang kedua Ade Armando," imbuhnya.

Namun saat menyinggung Abu Janda, Aiman sempat melontarkan sindirannya.

Abu Janda disebut gemetaran telah didesak para anggota 212.

Bahkan, para penista agama didorong agar penista agama dihukum mati

"Yang ketiga datang ke sini agak gemetaran juga karena dorongan dari 212 akan dilakukan dorongan terhadap hukuman mati terhadap penodaan agama, dilaporkan juga Abu Janda."

"Benarkan itu tiga yang kemudian didesak yang sudah dilaporkan tapi tidak diproses hukum," tanya Aiman.

Menanggapi hal itu, Haikal Hassan justru meminta Aiman bertanya pada Yusuf Marya

"Tolong tanyakan langsung pada Pak Yusuf Martak karena Pak Yusuf Martak yang menyampaikan statement seperti itu," pinta Haikal Hassan.

Kendati demikian, menurutnya hukuman yang berat bisa dijadikan pelajaran agar jangan sampai menghina agama apapun

"Dan lihatlah dengan kacamata kearifan bahwa yang kita lakukan itu adalah bahwa memberikan apa namanya pelajaran bagi semua orang jangan menghina agama apapun," ungkapnya.

Lihat videonya mulai menit ke 6:15:


Loading...
loading...