Soroti PA 212, Mendagri Diminta Komunikasi ke Kapolri
logo

27 November 2019

Soroti PA 212, Mendagri Diminta Komunikasi ke Kapolri

Soroti PA 212, Mendagri Diminta Komunikasi ke Kapolri

GELORA.CO - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyoroti belum bisa dirangkulnya Persaudaraan Alumni (PA) 212 seperti kubu 02 dan 01 pada Pilpres lalu. Pengamat Politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menyarankan agar Tito berkomunikasi dengan Kapolri Jenderal Idham Azis terkait hal itu.

"Mungkin komentar Mendagri juga dipengaruhi latar belakang Mendagri yang polisi. Saran saya Mendagri mengkomunikasikan kegelisahan beliau kepada Kapolri," kata Hendri kepada wartawan, Selasa (26/11/2019).

Hendri menilai sorotan Tito itu memunculkan asumsi diakuinya eksistensi dari PA 212. Dia menilai PA 212 merupakan kelompok yang diperhitungkan.

"Ini menarik, kemungkinan pandangan Mendagri tentang 212 adalah pertama, eksistensi kelompok yang harus diperhitungkan," tutur Hendri.

Hendri juga menyebut adanya PA 212 merupakan tanda pekerjaan pemerintah usai Pilpres lalu belum selesai. Hal tersebut, menurut Hendri, membuat PA 212 menjadi kelompok yang berada di antara tatanan elit politik lainnya.

"Pekerjaan rumah pemerintah yang belum selesai. Nah pandangan seperti ini membuat 212 berada ditatanan gerakan elit," tuturnya.

Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian berbicara tentang kunjungannya ke Malaysia beberapa waktu lalu. Menurutnya, tokoh-tokoh di Malaysia memuji politik Indonesia sudah stabil usai bergabungnya kubu 01 dan 02.

"Dalam pandangan Malaysia kemarin saya ketemu dengan banyak tokoh di sana, langkah politik Indonesia stabil sekarang, terutama semenjak gabungin 01 sama 02, tinggal urusannya 212 aja," kata Tito dalam sambutannya di acara Munas APPSI VI di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (26/11/2019).

Tito mengatakan, setelah rekonsiliasi antara kubu 01 dan 02 seusai pilpres dan suasana politik mulai stabil, pengusaha Malaysia malah banyak ingin berinvestasi di Indonesia. Tito menyebut, dalam pandangan negara lain, kondisi politik di Indonesia stabil.

Dia mengatakan kondisi itu berbeda dengan kondisi di Malaysia. Tito mengatakan politik di Malaysia sedang tidak stabil karena ada tarik-menarik antara kelompok oposisi dan pemerintah.[dtk]
Loading...
loading...