Profil Jaswar Koto dan Soegianto Sulistiono, Ahli 02 di Sidang MK
logo

19 Juni 2019

Profil Jaswar Koto dan Soegianto Sulistiono, Ahli 02 di Sidang MK

Profil Jaswar Koto dan Soegianto Sulistiono, Ahli 02 di Sidang MK

GELORA.CO - Selain menghadirkan 15 saksi dalam sidang gugatan hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), kuasa hukum Prabowo-Sandi juga menyiapkan 2 ahli. 

Dua ahli tersebut yakni Jaswar Koto dan Soegianto Sulistiono. 

Lalu bagaimana latar belakang kedua ahli tersebut?

1. Jaswar Koto.

Jaswar Koto tercatat sebagai President of Ocean and Aerospace Research Institute, Indonesia; President of International Society of Ocean, Mechanical & Aerospace (ISOMAse); serta Head & Academic Fellow of High Performance Computing (HPC), CICT, Universiti Teknologi Malaysia.

Dikutip dari Curriculum Vitae (CV) yang dipublikasikan ISOMAse, Jaswar merupakan ahli di bidang teknik perkapalan dan pengeboran minyak lepas pantai (Offshore). 

Ia merupakan lulusan dari tiga universitas berbeda saat mendapatkan gelar akademik dari S1 hingga S3. Berikut catatan akademik Jaswar yang kini menetap di Osaka, Jepang:

  • Sarjana Sains, Program Studi Fisika di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada 1994. 
  • Master of Business dari Notre Dame University, Australia, pada 2000.
  • Doctor of Engineering, Aerospace and Ocean Engineering, School of Engineering, dari Osaka Prefecture University, Jepang, pada 2004.

2. Soegianto Sulistiono.

Soegianto merupakan dosen di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya. Ia sebelumnya pernah menjadi pembicaraan lantaran dalam laman Facebook-nya, mengklaim menemukan salah input data sebanyak 57.794 dalam situng KPU. 

Akibat klaim tersebut, Soegianto disebut-sebut sebagai ahli IT dari Unair. Namun demikian, hal itu dikoreksi oleh Unair.

Unair menyatakan Soegianto merupakan dosen pada program studi Fisika dan tidak ada yang secara khusus berkaitan dengan IT. 

Berikut catatan akademik Soegianto seperti yang terlampir di website resmi Unair: 

  • S1 Fisika dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember pada 1992.
  • S2 Fisika Komputasi dari Institut Teknologi Bandung pada 1997.
  • S3 Fisika Komputasi dari Institut Teknologi Bandung pada 2006. 

Keduanya telah disumpah oleh majelis MK dan menunggu giliran untuk memberikan keterangannya di sidang. [km]
Loading...
loading...