JS Prabowo: Gayanya Datang Pakai Loreng seperti Siap Tempur, Endingnya Nyeri Hate

JS Prabowo: Gayanya Datang Pakai Loreng seperti Siap Tempur, Endingnya Nyeri Hate

Gelora Media
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Mantan Kepala Staf Umum TNI, Letjend (Purn) Johannes Suryo Prabowo mengkritisi penanganan gempa di Sulawesi Tengah yang hingga kini belum maksimal.

JS Prabowo memposting video kondisi pasca gempa Sulawesi Tengah di akun Twitter @marierteman, Selasa (2/4).

Video berdurasi 1 menit 14 detik itu memperlihatkan kondisi daerah yang terdampak bencana gempa dan tsunami di Palu, Donggala, dan Sigi.

Dalam video itu tertulis “inilah duka Palu setelah 6 bulan berlalu”.

Disebutkan, bencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi di Sulawesi Tengah, tepatnya di Palu, Donggala, Sigi dan sekitarnya terjadi pada 28 September 2018.

Senin 1 Oktiber 2018, Jokowi targetkan Palu normal dalam sepekan pasca gempa: Dalam seminggu akan diselesaikan, sehingga normal kembali, kehidupan sehari-hari masyarakat di sana.

Per 1 Februari 2019, tercatat 4.402 orang meninggal, hilang dan terkubur massal. 172.999 warga menjadi pengungsi. 100.405 rumah rusak dan hilang ditelan bumi.

Setelah 5 bulan, ternyata seperti bencana gempa di Lombok, NTB. Janji-janji Jokowi hanya kosong belaka.

Pada akhir Februari 2019, korban bencana belum menerima jaminan hidup (jadup) yaitu Rp10.000 per orang per hari.

Bantuan yang diterima korban baru bantuan logistik, sedangkan ahli waris korban belum menerima santunan duka.

Huntara (hunian sementara) di Palu baru 50,35% dibangun, di Sigi baru 32,58% dan Donggala baru 29,71% dari target.

Huntara terkendala distribusi air dan listrik karena penyediaan meter oleh Kementerian PUPR lamban sekali.

Selain itu, hingga Maret 2019, kondisi masyarakat Sulawesi Tengah masih memprihatinkan. Huntap (hunian tetap) belum bisa dimulai pembangunannya karena kendala pembebasan lahan.

Pembangunan fasilitas kesehatan, pendidikan dan sarana ibadah lamban. Begitu juga huntap. Korban diminta bersabar 2 tahun di huntara. Sampai sekarang, sebagian mereka masih tinggal di tenda.

Sulawesi Tengah memerlukan Rp40 tirliun, namun alokasi DSP di 2018 yang mereka terima hanya Rp65 miliar. Sulawesi Tengah memerlukan kepastian, bukan kebohongan. Stop bohong.

Jokowi pakai loreng saat tinjau gempa Palu

JS Prabowo menyindir Presiden Jokowi yang sempat meninjau kondisi gempa Palu Sulteng dengan mengenakan jaket loreng hijau-hitam pada Minggu, 30 September 2018.

Meski JS Prabowo tak menyebut nama, tetapi video yang dipostingnya jelas mengarah kepada pemerintahan Jokowi. Pemerintah dianggap lamban hingga membuat korban nyeri hate.

“Gayanya datang pakai loreng, seperti siap tempur. Datang langsung akting memeluk anak korban gempa. Sampai sekarang, belum juga jelas nasib korban gempa Palu,” cuit JS Prabowo, Selasa (2/4).

“Bagaimana pula dgn nasib korban bencana di NTB yg diberi buku tabungan dan korban bencana di Sentani yg blm disentuh?,” tandas JS Prabowo.

[psid]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita