Romahurmuziy Tersangka Suap, Mbah Moen Kecewa
logo

16 Maret 2019

Romahurmuziy Tersangka Suap, Mbah Moen Kecewa

Romahurmuziy Tersangka Suap, Mbah Moen Kecewa


GELORA.CO -  Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) KH Maimun Zubair (Mbah Moen) merasa kecewa karena terlibatnya ketua umum PPP Romahurmuziy (Rommy) dalam kasus korupsi. Meski begitu, ia menganggap ini adalah sebuah ujian. 

"Ini ujian ya sama dengan keadaan sekarang. Kan nggak ada perselisihan antara umat Islam dengan non-Muslim. Tapi sesama Islam sendiri kadang ada perselisihan. Itu memang Allah menguji dan menciptakan, mengatur umatnya tanpa pandang itu Muslim atau non-Muslim. Mengapa dulu Pak Surya Darma Ali lalu tadi lagi. Saya kecewa, tapi itu takdir Allah," ujar di Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu (16/3/2019). 

Mbah Moen mengatakan dirinya tetap menghormati keputusan KPK. Saat ini yang terpenting menurutnya adalah menyelamatkan partai agar tetap stabil. 

"Itu urusan KPK dan ada tindakan pasti ada prosedur hukum. Kita harus menghormati hukum. Tapi kita punya partai harus diselamatkan," ujarnya 

Mbah Moen menyebut proses hukum harus tetap berjalan. Bagaimanapun juga menurutnya, hukum itu berlaku bagi siapapun di Indonesia. 

"Saya, walau bagaimana pun saya datang ingin ada kemaslahatan dan proses hukum adalah hukum. Dan hukum untuk suatu kewajiban bagi siapapun sebagai bangsa Indonesia," ucapnya. 

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Romahurmuziy sebagai tersangka. Ia ditetapkan sebagai tersangka suap seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama (Kemenag). Diduga Romahurmuziy menerima duit total Rp 300 juta untuk membantu meloloskan seleksi.

KPK menerangkan, Romahurmuziy diduga menerima duit Rp 250 juta dari Haris untuk posisi Kakanwil Kemenag Jatim pada 6 Februari 2019. Sedangkan Muafaq diduga menyetor duit Rp 50 juta untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. KPK juga menegaskan ada pihak lain di Kemenag yang terlibat dugaan suap jual beli jabatan. Tapi hal ini masih ditelusuri. [dtk]

Loading...

Komentar Netizen

loading...