Cerita 'PHP' Mahfud Md Terselip di OTT Ketum PPP
logo

16 Maret 2019

Cerita 'PHP' Mahfud Md Terselip di OTT Ketum PPP

Cerita 'PHP' Mahfud Md Terselip di OTT Ketum PPP

GELORA.CO - Ada sekelumit cerita tentang pemilihan cawapres Joko Widodo (Jokowi) terselip dalam operasi tangkap tangan (OTT) Ketum PPP Romahurmuziy alias Rommy. Yakni tentang kisah Mahfud Md yang di-'PHP' menjadi pasangan Jokowi di Pilpres 2019. 

Terselipnya cerita itu terkuak saat Mahfud Md mengomentari Rommy yang terjaring OTT KPK. Awalnya Mahfud menulis di Twitter tentang peringatan yang pernah dia sampaikan kepada Rommy. Tapi, Mahfud tidak menjelaskan peringatan apa yang diberikan dalam cuitannya.

"Ketum PPP Romahurmuziy Ditangkap KPK dan Langsung Menuju Jakarta - ASUMSI --> As I told you at that night, in Darmawangsa Hotel: everything is matter of time.!" tulis Mahfud melalui akun Twitter, seperti dilihat detikcom, Jumat (15/3/2019).

Menilik beberapa bulan ke belakang, setelah Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan cawapresnya di Pilpres 2019, Mahfud memang pernah mengingatkan politikus yang kerap disapa Rommy itu.

Peringatan itu disampaikan Mahfud di acara ILC yang tayang di tvOne pada 14 Agustus 2018. Kala itu, Mahfud mengaku tersinggung dengan pernyataan Rommy.

Sebab Rommy seolah menyebut Mahfud yang memutuskan sendiri bahwa ia cawapres Jokowi. Padahal menurut Mahfud, sehari sebelum deklarasi justru Rommy yang menyatakan bahwa keputusan Mahfud sebagai cawapres Jokowi sudah final.

"Yang mungkin agak saya sedikit tersinggung justru pernyataan Ketum PPP, Rommy. Begitu keluar dari ruangan itu dia bilang, 'loh Pak Mahfud itu kan maunya sendiri, bikin baju sendiri, siapa yang nyuruh'. Saya agak tersinggung itu. Padahal Rommy justru sehari sebelumnya yang memberi tahu saya bahwa saya sudah final. 'Siapa yang bikin baju? Itu kan kerja tim suksesnya aja'," cerita Mahfud mengulas pernyataan Rommy.

Mahfud kemudian menceritakan soal percakapannya dengan Rommy mengenai cawapres Jokowi lebih detail. Menurut Mahfud, sejak awal Rommy sudah merapat kepadanya, daripada ke bakal cawapres lain semisal Ma'ruf Amin ataupun Din Syamsuddin.

"Nah jadi Rommy sejak awal sudah ke saya. Bahkan sehari sebelumnya itu saya sudah komunikasi dengan (Suharso) Monoarfa, 'Pak Mahfud, saya sama Rommy sudah menghadap presiden dan Rommy mengatakan bahwa kalau pasangannya Pak Prabowo, Salim Assegaf, nanti lawannya Pak Mahfud. Kalau pasangannya AHY, biar sama-sama milenial, cawapresnya Rommy'. Tapi dia (Rommy) sudah tahu kalau Jokowi pilih saya, gitu," papar Mahfud.

Saat itulah Mahfud memperingatkan anggota DPR Komisi XI itu. Sebab, saat itu dia heran dengan pernyataan Rommy yang berbeda-beda.

"Ya saya agak anu juga. Saya ingatkan, saya bilang, 'Mas, Anda ini ngomongnya kok beda dengan yang waktu ketemu saya? Jangan main-main lah'," ujar Mahfud mengingatkan Rommy.

Kepada Rommy, Mahfud mengaku menjadi pihak yang 'memburu' eks Ketua DPR Setya Novanto. Mahfud mengatakan ke Rommy bahwa ia tahu catatan-catatan tokoh yang digadang-gadang menjadi cawapres Jokowi.

"Saya bilang, 'dulu saya', saya bilang, 'Setya Novanto itu punya kasus korupsi, dia senyum-senyum aman, bilang dilindungi oleh presiden'. Saya bilang ke presiden melalui Pak Pratik (Pratikno), 'apa betul presiden lindungi Setya Novanto?' 'Nggak (jawab Pratikno)'. (Mahfud ke Pratikno) 'ya tolong nyatakan bahwa presiden netral dalam urusan hukum'. Lalu saya buru dia, Novanto, masuk bui, saya bilang. 'Jadi jangan main-main', saya bilang, 'karena saya tahu catatan-catatan semua calon itu, tahu," papar Mahfud.[dtk]
Loading...
loading...