Bukan Jokowi, tetapi Prabowo yang Lebih Banyak Difitnah?
logo

27 Maret 2019

Bukan Jokowi, tetapi Prabowo yang Lebih Banyak Difitnah?

Bukan Jokowi, tetapi Prabowo yang Lebih Banyak Difitnah?

GELORA.CO - Debat keempat Pilpres 2019 mempertemukan dua capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto, Minggu (30/3) akan mengangkat tema Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan, Hubungan Internasional. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyatakan bahwa soal ideologi, Prabowo sudah tidak bisa diragukan lagi.

"Bagi Pak Prabowo sendiri sebagai seorang mantan TNI sudah mendarah daging di beliau soal Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika. Tidak perlu diomongin lagi tetapi sudah mendarah daging," kata Fadli. 

Dia menjelaskan ideologi Pancasila sudah final. Ideologi itu berdasarkan konstitusi UUD 1945. Sekarang juga sudah menjadi kesepakatan nasional tentang NKRI.

"Saya kira hal mendasar itu," tegasnya.

Wakil ketua DPR itu menuturkan memang banyak tuduhan-tuduhan yang dialamatkan kepada Prabowo. Seperti tuduhan mendukung khilafah, zionis, dan sebagainya.

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, itu menyatakan masyarakat sudah sadar bahwa tuduhan-tuduhan seperti itu tidak benar. Dia menegaskan, yang selama ini lebih banyak difitnah adalah Prabowo, bukan Jokowi.

"Padahal yang lebih banyak difitnah, yang lebih banyak dituduh adalah Pak Prabowo. Fitnahnya aneh-aneh lagi dari mulai khilafah, zionis, ada ini, ada itu. Jadi Pak Prabowo yang sebenarnya korban hoaks, jangan kebolak-balik," paparnya.

Fadli menegaskan juga bahwa tidak ada pendukung Prabowo yang radikal. Menurutnya, semua pendukung Prabowo moderat.

"Jadi, radikal itu sebuah tuduhan. Apa yang radikal, tidak ada. Semuanya yang di kubu 02 itu moderat makanya ikut pemilihan umum. Kalau dia radikal tidak bakal ikut pemilu," ungkap Fadli. [jp]
Loading...
loading...