Jokowi Heran Jagung Petani Dihargai Hanya Rp3.500 per Kg

Jokowi Heran Jagung Petani Dihargai Hanya Rp3.500 per Kg

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Saat membagikan SK pemanfaatan perhutanan sosial sebanyak 13.976 hektare di Wana Wisata Pokland, Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi Cianjur, Provinsi Jawa Barat, Presiden Joko Widodo sempat berbincang dengan sejumlah penerima. 

Di antaranya adalah Suparno, penerima SK asal Indramayu Jawa Barat. Ada 2 hektare lahan yang ia kelola. Sebanyak 1 hektare ditanami padi dan sisanya adalah jagung. 

Jokowi sempat mempertanyakan mengenai hasil panen jagung di 1 hektare lahan. Suparno mengaku bisa memanen hingga 4 ton. 

"Jagung sekarang harganya berapa?" tanya Jokowi, Jumat 8 Februari 2019.

Suparno mengatakan, bahwa harga per kilogram jagung hanya Rp3.500 saja. "Basah? Iya kan basah itu," tanya Jokowi. 

"Sudah kering itu pak," jawab Parno. 

Jokowi sempat terdiam dan heran, dengan harga yang disebutkan. Bahkan ia sampai mempertanyakan kembali harga itu apakah untuk jagung basah atau kering. Suparno tetap menjawab sama. 

"Lho biasanya kan kalau saya baca di koran itu harganya naik sudah Rp5 ribu-Rp6 ribu," kata Jokowi. 

Untuk biaya produksinya saja, dari informasi yang diperoleh Presiden, untuk 1 kg adalah sebesar kurang lebih Rp2 ribu. Suparno mengaku, ia menghitung untuk 1 hektare lahan jagung yang ditanaminya, ia membutuhkan setidaknya 6 kuintal untuk pupuk. 

"Tapi kok di koran harganya sampai Rp5-6 ribu. Di mana sisanya? Apa di pedagang? Atau di tengkulak?" tanya Jokowi yang masih heran. 

Ramai-ramai para petani yang hadir menyebut tengkulak. Termasuk Suparno yang dengan tegas mengonfirmasi hal itu. Dari penjelasan itu, Jokowi mengaku memahami. 

"Oke berarti harganya Rp3.500, nangkap," katanya. [viva]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita