Tiket Mahal, Bagasi Berbayar, Jumlah Penumpang Turun Drastis

Tiket Mahal, Bagasi Berbayar, Jumlah Penumpang Turun Drastis

Gelora Media
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Jumlah penumpang di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalsel, mengalami penurunan signifikan pascanaiknya harga tiket pesawat dan kebijakan bagasi berbayar. Sampai-sampai maskapai harus membatalkan penerbangan, karena sepinya penumpang.

Otoritas Bandara Syamsudin Noor mencatat, dalam lima hari terakhir tren positif hanya terjadi pada Ahad (20/1), saat itu jumlah penumpang 8.755 orang. Bahkan, Selasa (22/9) ketika Lion Air Group mulai menerapkan bagasi berbayar, jumlah penumpang tinggal 7.486 orang.

Informasi yang didapat Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group), Jumat (25/1), sampai pukul 15.00 Wita, setidaknya ada tiga penerbangan dibatalkan akibat kuota penumpangnya kurang. Yakni, Wings Air dengan nomor penerbangan IW-1391 jurusan Kotabaru-Banjarmasin.

Lalu, Lion Air JT-524 rute Surabaya-Banjarmasin dan Wings Air IW-1387 jurusan Balikpapan-Banjarmasin.

Jumlah ini bertambah hingga Jumat malam menjadi total tujuh penerbangan dibatalkan. Tiga ke Surabaya, tiga ke Jakarta dan satu ke Kotabaru. Semuanya dari maskapai milik Lion Air Group. Pembatalan jadwal terbang ini, sudah mulai terjadi sejak 15 Januari tadi.

Rita (kiri) bersama kakaknya di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Jumat (25/1) harus mengeluarkan biaya Rp500 ribu untuk bagasi berbayar. Foto: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN/JPNN.com

Sepinya penumpang juga dirasakan biro perjalanan. Seperti diungkap owner Camesa Travel, Siti Aisyah. "Sebelumnya dalam sehari kami bisa menjual 15 sampai 20 tiket. Tapi sekarang menjual 10 tiket saja sangat sulit," katanya kepada Radar Banjarmasin.

Dia mengungkapkan, penumpang sepi kemungkinan dipengaruhi oleh tingginya harga tiket dan penerapan bagasi berbayar.

"Mahalnya biaya membuat orang berfikir ulang untuk memakai pesawat sebagai moda transportasi. Sekarang yang terbang paling mereka yang tugas dinas dibiayai kantor. Kalau bayar sendiri pasti pikir-pikir," ungkapnya.

Saat dikonfirmasi, Area Manager Lion Air Agung Purnama membenarkan, sejumlah jadwal maskapai Lion Air Group dibatalkan karena kekurangan penumpang. "Tapi penumpang sepi bukan karena penerapan bagasi berbayar ya," ucapnya.

Dia mengungkapkan, terlalu dini untuk melihat efek yang diakibatkan oleh penerapan penghapusan bagasi gratis. Sebab, kebijakan itu baru dijalankan beberapa hari.

"Jika ingin melihat pengaruhnya bisa dilihat tiga bulan ke depan. Sebab, saat ini penumpang yang berangkat kebanyakan membeli tiket sebelum 22 Januari. Jadi, masih mendapatkan bagasi gratis," ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Agung ini menyampaikan, penumpang sepi lantaran saat ini memasuki periode low season pasca Natal dan tahun baru. Di mana permintaan untuk berpergian ke suatu tempat rendah. "Setiap tahun memang trennya seperti ini, jadi bukan karena penerapan bagasi," ucapnya.

Ditanya mengenai biaya bagasi yang diterapkan oleh Lion Air Group, dia menjelaskan tarif tergantung rute perjalanan.

Misal dari Banjarmasin ke Surabaya hanya Rp15 ribu per kilogram, sementara untuk rute Banjarmasin-Jakarta Rp19 ribu per kilogram. "Kalau ke Yogyakarta lain lagi, biayanya Rp17 ribu per kilogram," jelasnya.[jpnn]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita