Akun Penuduh PDIP Terlibat Ricuh di Masjid Jogokariyan Dipolisikan
logo

28 Januari 2019

Akun Penuduh PDIP Terlibat Ricuh di Masjid Jogokariyan Dipolisikan

Akun Penuduh PDIP Terlibat Ricuh di Masjid Jogokariyan Dipolisikan


GELORA.CO - PDIP DIY telah menepis tuduhan terlibat kericuhan dan aksi lempar batu di kompleks Masjid Jogokariyan, Manterijeron, Kota Yogyakarta kemarin sore. Akun-akun media sosial yang menuduh PDIP terlibat dalam aksi tersebut diadukan ke Polda DIY. 

"Nanti biar didalami polisi, karena ini baru aduan. Intinya aduan ini termasuk bagian itu juga (kericuhan di Masjid Jogokariyan), kami adukan," kata Tengku Wahyudi Saptaputra yang mengaku sebagai bagian dari elemen masyarakat Yogyakarta, Senin (28/1/2019).

Hal itu disampaikannya kepada wartawan seusai membuat surat pengaduan di SPKT Polda DIY. 

Tak hanya itu, dia juga mengadukan sekitar 25 akun facebook, twitter dan youtube yang diduga menyebarkan hoax, ujaran kebencian dan fitnah.

"Jangan ada masyarakat yang main hakim sendiri, ciptakan situasi kondusif jelang Pemilu. Hoax yang bisa memprovokasi perpecahan di lapisan masyarakat, saya berkeyakinan hukum adalah panglima, menciptakan Yogya lebih kondusif," ujar Wahyudi. 

Wakil Ketua DPD PDIP DIY, Eko Suwanto yang mendampingi Wahyudi menambahkan, PDIP disebutnya sebagai parpol yang memiliki komitmen dan hubungan kuat dengan umat Islam.

Dalam kesempatan itu, Eko mengaku kapasitasnya sebagai Ketua Komisi A DPRD DIY datang untuk mendampingi Wahyudi mengadu ke Polda DIY. Eko melanjutkan, PDIP memiliki sejarah panjang dengan umat Islam. Menurutnya, salah satunya dibuktikan oleh Proklamator sekaligus Presiden ke-1 RI, Ir. Sukarno.

"Kita meneruskan tradisi kebangsaan Bung Karno, punya hubungan sangat baik dengan Ahmad Hasan (Guru Persatuan Islam), Ki Bagus Hadikusumo (tokoh Muhammadiyah), KH Wahid Hasyim (tokoh NU). Ke depan kita akan jaga Pancasila bersama seluruh rakyat dan pemimpin umat bangsa Indonesia," jelasnya. 

Eko pun mengingatkan politisasi SARA sangat berbahaya bagi kehidupan berbangsa. "Hoax SARA sangat berbahaya, kita dukung polisi usut tuntas dan adili pihak-pihak yang memproduksi dan yang menyebarkannya. Kepada masyarakat mari kita saring sebelum sharing di media sosial," ujarnya.

"PDIP Perjuangan dan Pak Jokowi memiliki komitmen kuat dan hubungan dekat dengan umat dan tokoh Islam. Dibuktikan Pak Jokowi memilih cawapres KH Ma'ruf Amin Ketua MUI, tokoh NU. Dan juga dekat dengan tokoh-tokoh Muhammadiyah, ada menteri dari Muhammadiyah, caleg di Jateng ada juga tokoh Muhammadiyah, dosen UMY juga ada yang bantu bersama gotong royong dengan PDIP," urainya. 

"Betapa sangat dekatnya PDIP dengan tokoh Islam dan seluruh umat di Indonesia," kata Eko. [dtk]

Loading...

Komentar Netizen

loading...