Otoritas Tiongkok Hancurkan Ribuan Salib dan Bakar Alkitab
logo

17 Desember 2018

Otoritas Tiongkok Hancurkan Ribuan Salib dan Bakar Alkitab

Otoritas Tiongkok Hancurkan Ribuan Salib dan Bakar Alkitab

GELORA.CO - Sebuah badan pengawas tindakan persekusi International Christian Concern (ICC) mengungkapkan, pihak berwenang di Tiongkok telah menghancurkan 7.000 lebih salib, membakar Alkitab, menggerebek rumah-rumah Kristen untuk menghapus simbol-simbol agama, dan menangkap anggota gereja di Tiongkok. Tindakan keras Partai Komunis Tiongkok di Provinsi Henan meningkat setelah peraturan yang direvisi tentang urusan agama yang diterbitkan Februari lalu.

Di bawah peraturan agama tersebut, gereja-gereja harus secara resmi terdaftar di negara bagian dan mematuhi aturan yang ditetapkan oleh otoritas Tiongkok. Namun, ICC melaporkan, gereja-gereja yang disetujui pemerintah di Henan tidak dapat melarikan diri dari kehancuran.

Provinsi Henan adalah salah satu populasi Kristen terbesar di Tiongkok, dengan beberapa juta orang tinggal di wilayah itu, termasuk sekitar 300.000 umat Katolik. Dalam rekaman pada Maret muncul pejabat Partai Komunis ingin mencabik-cabik sebuah Gereja Katolik di Provinsi Henan.

Rekaman itu mengejutkan dan dibagikan di Twitter oleh salah satu imam yang menyaksikan tindakan itu. Video itu juga menunjukkan ketika Kepala Partai Komunis setempat menggunakan derek untuk menyingkirkan salib yang berdiri di atas Katedral Gereja Katolik Shangqiu Selatan.

Pemerintah Presiden Xi Jinping telah meningkatkan tekanan terhadap orang Kristen di seluruh negeri. Bulan lalu, polisi menyerbu sebuah kamp musim panas di Provinsi Gansu Utara tempat 80 anak-anak berusia antara 10-14 tahun tinggal.

Kantor berita Katolik mengklaim polisi menuduh dua penyelenggara kamp musim panas itu mengadakan acara Kristen ilegal. Selain itu, sejumlah orang Kristen telah ditahan dan dikirim ke kamp-kamp pendidikan dalam beberapa bulan pertama 2018. Mereka diajarkan untuk setia pada ideologi komunis dan bukannya agama. [jpc]
Loading...
loading...