Ma’ruf Amin Sindir Prabowo, Gerindra: Sebaiknya Beri Tausiyah Jokowi yang Ingkar Janji
logo

Minggu, 30 Desember 2018

Ma’ruf Amin Sindir Prabowo, Gerindra: Sebaiknya Beri Tausiyah Jokowi yang Ingkar Janji

Ma’ruf Amin Sindir Prabowo, Gerindra: Sebaiknya Beri Tausiyah Jokowi yang Ingkar Janji


GELORA.CO - KH Ma’ruf Amin sudah berkali-kali memuji Jokowi. Namun kali ini Kiai Ma’ruf tak hanya memuji Jokowi yang telah memilihnya menjadi cawapres tapi juga menyindir rival politiknya, Prabowo Subianto. Karena itu, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, pun menanggapi pernyataan cawapres Ma’ruf Amin yang menyinggung soal ‘penculikan orang’. Andre menilai, Ma’ruf Amin sudah menyerang Prabowo secara personal.

“Pernyataan Kiai Ma’ruf itu menunjukkan bahwa memang secara sistematis dan terstruktur bahwa memang tim Pak Jokowi sengaja menyerang Pak Prabowo secara personal sekarang. Itu mengkonfirmasi ya. Pernyataan Kiai Ma’ruf mengkonfirmasi bahwa Pak Prabowo memang sengaja diserang secara personal sekarang, secara terstruktur dan sistemastis. Itu yang terjadi sekarang,” ujar Andre saat dihubungi, Sabtu (29/12/2018).

Soal ‘penculikan orang’ disampaikan Ma’ruf ketika melakukan taushiyah di Ponpes Malnu, Pandeglang, Banten. Ma’ruf membeberkan hal-hal positif capresnya Joko Widodo (Jokowi) yang tak pernah melakukan penculikan orang hingga penganiayaan. Kalimat “tak pernah melakukan penculikan orang hingga penganiayaan” ini sengaja dilontarkan untuk menyerang Prabowo.

Andre menilai, serangan personal ke Prabowo sebagai bentuk kekhawatiran elektabilitas Jokowi yang bakal disalip pasangan nomor urut 02. Hal itu terlihat dari hasil survei yang beda tipis antara suara untuk Jokowi dan Prabowo, di mana bisa jadi awal 2019 Jokowi akan disalip oleh Prabowo.

“Mereka memang menginginkan survei Pak Prabowo yang di atas 40 persen itu tidak menyalip Pak Jokowi di Januari 2019 ini,” tuturnya.

Pria yang menjabat anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra itu kemudian menegaskan, Prabowo tidak punya urusan soal kasus penculikan di masa lalu. Andre bilang, pengadilan militer sudah membuktikan bahwa Prabowo tak terlibat kasus penculikan, sehingga tidak pantas diungkit-ungkit untuk tujuan politis dengan menyerang seseorang.

“Saya ingin menyampaikan bahwa kasus penculikan, Pak Prabowo tidak punya urusan dengan kasus penculikan. Pengadilan militer sudah membuktikan bahwa Pak Prabowo tidak terlibat kasus penculikan masa lalu,” tegasnya.

Andre menyarankan agar Ma’ruf menyampaikan taushiyah kepada Jokowi saja. Ceramah Ma’ruf ke Jokowi dirasa sebuah keharusan. Apalagi menurut Andre Jokowi sebagai pemimpin negara masih ingkar atas janji-janjinya.

“Jadi kalau Pak Kiai ingin memberikan taushiyah, berikan taushiyah yang paling pas itu kepada pasangan Pak Kiai (Jokowi) untuk segera menepati janji-janjianya. Karena pemimpin itu dipegang janjinya, coba Pak Kiai pemimpin yang tak tepati janji namanya apa?” kata Andre.

Sebelumnya Ma’ruf memuji Jokowi yang sudah memberikan dampak positif ke masyarakat. Menurut Ma’ruf, Jokowi sudah membangun kemaslahatan warga.

“Menurut saya (Jokowi) positif semua, mana ada beliau menculik orang, menganiaya orang, nggak pernah, membunuh orang, nggak pernah. Dia (Jokowi) hanya melaksanakan tugas-tugas pemerintahan. Dia (Jokowi) membangun kemaslahatan, membangun memanfaatkan dan menghilangkan kerusakan sehingga kebaikan, baik membawa kebaikan bagi masyarakat,” kata Ma’ruf Pandeglang, Banten.

Prabowo Biasa Dicaci

Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto sendiri saat mengunjungi Surabaya, Jawa Timur, Sabtu malam, 22 Desember 2018, lalu berusaha tidak menyerang pribadi rivalnya. Dia akan mengkritik program pemerintah sebab dirinya sebagai warga negara berhak melakukannya.

Kehadiran Prabowo di Kota Pahlawan saat itu dalam rangka memenuhi undangan malam silaturahmi dengan para pelaku usaha dan masyarakat Jawa Timur dari berbagai etnis, yang tergabung dalam Gerakan Kristen Indonesia Raya (Gekira).

Saat itu Mantan Komandan Jenderal Kopassus itu menegaskan bahwa selama ini dirinya telah ditanamkan nilai-nilai Pancasila dan dididik menjadi seorang ksatria dari sejak kecil. Apalagi setelah memutuskan untuk masuk menjadi seorang prajurit TNI, dirinya selalu ditanamkan nilai-nilai cinta tanah air untuk menjaga persatuan dan kedaulatan bangsa dan negara Indonesia.

“Sejak kecil saya sudah digembleng untuk menjadi seorang ksatria, walaupun banyak yang menghina, mengejek saya, saya tidak akan membalas, saya akan tunjukan dengan bukti yang nyata bukan hanya dengan perkataan saja,” ungkap Prabowo.

Maka, mantan Panglima Kostrad itu mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama berjuang mengembalikan cita-cita pendiri bangsa dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Mari kita berjuang bersama mewujudkan cita-cita pendiri bangsa dalam mewujudkan kehidupan yang adil dan kehidupan yang layak dan sejahtera untuk anak cucu kita,” tandasnya.

Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, juga mengaku sejak kecil meneladani sosok ksatria, Prabowo pun mengaku waktu kecil pernah ditanya, mau jadi Gatotkaca atau Kurawa? Maka, dengan tegas, Prabowo pun memilih menjadi Gatotkaca, seorang ksatria. Sebagai ksatria, dia harus selalu berbuat baik.

“Anda mau hidup sebagai ksatria, membela kebenaran, membela yang lemah, menegakkan keadilan. Apa you mau ikut Kurawa, yang punya taring? Itu Kurawa yang suka curang. Kurawa yang suka bohong,” katanya.

Prabowo menyatakan tidak mudah menjadi ksatria. Apalagi ksatria sejatinya tidak pernah harapkan imbalan, bahkan harus siap bila dicaci-maki.

“Tidak usah minta penghargaan. Seorang ksatria sering dicaci maki, tidak apa. Kita mati saja untuk negara mau kok, baru dicaci maki. Saya dihujat dicaci-maki, ndak pernah jawab saya,” ujar mantan Komandan Jenderal Kopassus itu.

Dalam dunia politik, Prabowo mengaku sadar penuh dengan persaingan dan keras. Kelemahan dia pasti akan terus dicari. Namun, mantan Panglima Kostrad itu menegaskan akan tetap santai menghadapi semua tantangan itu.

“Kembali lagi falsafah orang Jawa percaya pangkat itu sampiran, pangkat itu dipasang dan suatu saat diambil. Harta itu pinjaman dari Tuhan. Dikasih harta, suatu saat Tuhan akan minta. Jangankan pangkat dan harta, nyawa itu titipan. Dengan demikian, sudahlah, hidup ini kita laksanakan dengan berbuat baik,” lanjut Ketua Umum Partai Gerindra itu. [duta]

Loading...

Komentar Netizen

loading...