PAN: Jokowi Tiru Kampanye Sandi, Pegang Tempe Sampai Pete
logo

14 November 2018

PAN: Jokowi Tiru Kampanye Sandi, Pegang Tempe Sampai Pete

PAN: Jokowi Tiru Kampanye Sandi, Pegang Tempe Sampai Pete


GELORA.CO - Wasekjen PAN Faldo Maldini mengaku heran dengan capres 01, Joko Widodo yang kerap mengekor gaya kampanye cawapres 02, Sandiaga Uno. Menurut dia, apa yang dilakukan kubu Jokowi hanya sekadar meniru-niru saja, tapi tak memiliki inisiatif.

"Saya juga heran kenapa petahana serius sekali ikuti Bang Sandi. Semuanya ditiru-tiru. Bang Sandi pegang tempe, petahana juga. Bang Sandi pakai rambut pete, petahana pegang-pegang pete," ujar Faldo ketika dihubungi, Rabu (14/11).

Ia menjelaskan, gimmick dan istilah yang dilontarkan Sandi tidak lain adalah bentuk kritik terhadap pemerintahan saat ini. Sandi--melalui beragam istilahnya--ingin menyederhanakan kritik agar lebih mudah dipahami oleh pemerintah. Seperti tempe setipis kartu ATM hingga nasi ayam di Jakarta lebih mahal daripada di Singapura.

Namun, kritik-kritik yang disampaikan Sandi dengan gaya receh itu tidak ditanggapi secara substansial oleh kubu Jokowi.

"Tidak ada tanggapan substantif terhadap kritik yang sudah disampaikan oleh Bang Sandi. Misalnya, tempe setipis kartu ATM dan nasi ayam, itu soal janji swasembada pangan petahana. Faktanya, selama 4 tahun kita sudah kehilangan sawah seluas sepuluh kali DKI Jakarta. Jangan sampai sawah hilang seluas Pulau Kalimantan dulu, baru pemerintah mulai berpikir," ungkapnya.

Selain suka mengekor Sandi, Faldo melihat kubu Jokowi juga mulai meniru Prabowo yang suka membaca dan mengutip Novel. Perlu diingat, ucapan Prabowo sempat menjadi perbincangan karena mengutip novel fiksi, Ghost Fleet. Saat itu, Prabowo mengatakan Indonesia bisa bubar pada tahun 2030.

"Petahana juga suka ngikut-ngikut Pak Prabowo. Beberapa bulan yang lalu, Pak Prabowo mengutip novel. Petahana ngutip film 'game of throne' atau 'avangers'. Petahana ambil bungkusnya, tetapi tidak sanggup berdiskusi dalam gagasannya," tutur dia.

Jangan Indonesia bubarnya yang diributkan, itu kan memang kemungkinan terburuk dari sebuah negara, tetapi petahana harusnya masuk ke substansi. Kalau semuanya sudah tidak punya kita lagi, Indonesia masih ada sampai hari kiamat juga tidak ada artinya, semua sudah punya orang lain, kita hanya jadi budak - Faldo Maldini - 
 [kum]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...