Kata-kata Terakhir Khashoggi: Copot Tas Plastik dari Kepalaku!
logo

12 November 2018

Kata-kata Terakhir Khashoggi: Copot Tas Plastik dari Kepalaku!

Kata-kata Terakhir Khashoggi: Copot Tas Plastik dari Kepalaku!


GELORA.CO - Jamal Khashoggi, wartawan pengkritik rezim Arab Saudi, menderita ketika dicekik dengan tas plastik oleh skuat algojo Riyadh. Kata-kata terakhir yang menggambarkan dirinya tersiksa telah dirilis.

Di menit-menit akhir sebelum meninggal, wartawan Saudi yang menjadi kolumnis Washington Post itu memohon agar tas plastik dicopot dari kepalanya.

"Aku tercekik...Copot tas (plastik) ini dari kepalaku, aku klaustrofobia," demikian kata-kata terakhir yang diucapkan Khashoggi. Ucapan terakhirnya itu dirilis wartawan investigasi surat kabar Sabah Turki, Nazif Karaman, dalam wawancaranya dengan Al Jazeera, yang dilansir Minggu (11/11/2018) malam.

Menurutnya, ucapan terakhir Khashoggi tersebut berdasarkan rekaman audio. Rekaman itu telah dibagikan Presiden Tayyip Erdogan kepada pemerintah Arab Saudi, Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara Eropa.

Khashoggi dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018. Pembunuhan yang melibatkan skuat algojo Riyadh yang berjumlah sekitar 15 orang itu berlangsung sekitar tujuh menit.

Setelah tewas tercekik tas plastik, tubuh Khashoggi dilaporkan dimutilasi dengan gergaji tulang dan dilarutkan dengan zat asam. Tubuh korban yang sudah menjadi cair itu lantas dibuang ke saluran pembuangan air.

Pemerintah Erdogan mengklaim telah memiliki rekaman tersebut sejak awal Oktober atau ketika pembunuhan itu terjadi.

Khashoggi, seorang pengkritik Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman, memasuki Konsulat Saudi di Istanbul untuk memperoleh beberapa dokumen perceraian dengan mantan istrinya sebagai syarat untuk menikahi tunangannya.

Laporan bahwa jasad Khashoggi yang sudah dilarutkan dan dibuang ke saluran pembungan air itu dirilis surat kabar Sabah pada hari Sabtu lalu. Menurut laporan tersebut, ahli forensik menemukan jejak asam di saluran air di Konsulat Saudi. [sindo]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...