Din Syamsuddin: Aksi Bela Tauhid Tidak Perlu Ditanggapi dengan Sinis
logo

2 November 2018

Din Syamsuddin: Aksi Bela Tauhid Tidak Perlu Ditanggapi dengan Sinis

Din Syamsuddin: Aksi Bela Tauhid Tidak Perlu Ditanggapi dengan Sinis


GELORA.CO - Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai aksi bela tauhid yang akan dilaksanakan di kawasan Istana Negara pukul 13.00 WIB sah-sah saja dilakukan, selama tidak menyalahi konstitusi dan tetap dilakukan secara beretika.

Din mengatakan, konstitusi menjamin adanya kebebasan berpendapat. Sehingga tidak ada masalah dengan digelarnya aksi ini.

“Pada hemat saya, semua ekspresi dari anak bangsa kelompok manapun sah adanya, karena konstitusi kita menjamin adanya freedom of expression. Jadi kebebasan untuk berpendapat selama tidak terjebak dalam kekerasan anarkisme, dan apalagi tidak dalam bentuk yang menebarkan permusuhan sesama kelompok,” kata Din usai mengisi seminar di Pekan Pancasila di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jumat (2/11).

Menurut Din, selama para peserta aksi tidak melakukan kekerasan ataupun anarkisme selama jalannya aksi, maka aksi bela tauhid tidak perlu disikapi secara sinis. Din justru mengimbau peserta aksi untuk tetap menjaga kedamaian.

Din enggan berkomentar lebih jauh soal boleh atau tidaknya masyarakat menggelar aksi bela tauhid. Menurutnya, asalkan hal itu sesuai dengan konstitusi, maka tidak ada pihak yang bisa menyalahkan atau melarang aksi itu.

“Tidak perlu disikapi secara sinis selama ada itu catatannya. Saya mengimbau kepada pendukung aksi bela tauhid untuk tetap menjaga kedamaian. Niat yang baik jangan dilaksanakan yang tidak baik. Jadi perlu memperhatikan etika keadaban, yang saya kira sah adanya, apalagi menyangkut tauhid itu penting,” pungkasnya.

Aksi bela tauhid rencananya dilaksanakan di depan Istana Negara pukul 13.00 WIB. Peserta aksi mulai memadati Masjid Istiqlal, tempat titik berkumpul, sebelum long march menuju Istana Negara.

Namun, pihak kepolisian telah menutup Jalan Medan Merdeka Barat yang mengarah ke Istana Negara dengan kawat berduri. Peserta aksi dilarang untuk mendekat ke kawasan Istana Negara. [kumparan]

Loading...
loading...