Detik-detik Budiman Sudjatmiko & Burhanuddin Meninggalkan Meja Diskusi saat Rocky Gerung Berargumen
logo

7 November 2018

Detik-detik Budiman Sudjatmiko & Burhanuddin Meninggalkan Meja Diskusi saat Rocky Gerung Berargumen

Detik-detik Budiman Sudjatmiko & Burhanuddin Meninggalkan Meja Diskusi saat Rocky Gerung Berargumen


GELORA.CO - Pengamat politik Rocky Gerung yang menjadi narasumber di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TvOnemendapatkan waktu untuk berargumen mengenai tema yang dibahas yakni 'Tampang Boyolali Vs Sontoloyo'.

Ketika Rocky Gerung mengutarakan argumennya, politisi PDIP Budiman Sudjatmiko dan pengamat politik yang juga Direktur Ekskutif Lembaga Survei Indikator terlihat meninggalkan meja diskusi.

Mulanya, Rocky Gerung mengatakan bahwa pembahasan soal politik di ILC harus ditingkatkan kualitasnya, termasuk dari narasumber yang beragumen.

Argumen Rocky saat itu mengenai tema yang dibahas pada program ILC tersebut.

"Teman-teman saya kira pembahasan seperti ini harus ditingkatkan kualitasnya, ada isu yang dangkal tapi kita bahas dengan mengaktifkan imajinasi dalam tingkat abstraksi," ujar Rocky.

Belum usai Rocky berujar, terlihat Budiman Sudjatmiko yang tertangkap kamera meninggalkan tempat duduk nya yang berada di panggung utama.

Tak lama kemudian, kamera mengarah pada semua narasumber di panggung utama diskusi.

Terlihat Burhanuddin Muhtadi berbicara dengan orang yang tidak ikut tersorot kamera.

Setelahnya ia juga mengikuti Budiman meninggalkan panggung diskusinya.

Antoni Raja Juli, Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sempat berbicara dengan Burhanuddin sebelum Direktur Indikator tersebut meninggalkan meja diskusi.

Pada tayangan YouTube yang diunggah ILC, hal tersebut terlihat di menit ke 16.30.

Sementara Budiman dan Burhanuddin tidak ada di tempat, Rocky Gerung tetap melanjutkan sesi bicara dirinya.

"Memang benar bahwa karena mulut badan binasa itu, tapi juga benar mengatakan bahwa kendati butut tetapi tetap ingin kuasa itu."

"Nah kayak begini itu dalam upaya sebenarnya ILC dapat award terus tapi publik kita cara dia mengakses politik masih di dalam tarif yang konkrit kebendaan itu, nah tugas kita yang berupaya membuka opini publik adalah menaikkan tingkat abstraksi, jadi tidak perlu takut kehilangan popularitas, jadi dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa." ujar Rocky Gerung.

Setelah Rocky beragumen, terlihat Budiman sudah kembali ke meja dan tersorot kamera pada menit ke 19.

Belum diketahui apa alasan Budiman dan Burhanuddin meninggalkan meja diskusi saat Rocky Gerung mengungkapkan argumennya.

Lihat videonya:



Diketahui, pada pembahasan yang mengangkat tema 'Tampang Boyolali Vs Sontoloyo' tersebut merupakan pembahasan politik yang berdasarkan ujaran para calon presiden (capres) dari kedua kubu.

Tampang Boyolali dipopulerkan oleh capres nomor 02, Prabowo Subianto saat saat peresmian Kantor Badan Pemenangan Prabowo-Sandi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (30/10/2018)

Terdapat rekaman video pidato Prabowo yang viral karena pada salah satu bagian Prabowo menyebutkan kata-kata " tampang Boyolali".

Dalam pidatonya, Prabowo menyebutkan bahwa Jakarta dipenuhi gedung menjulang tinggi dan hotel-hotel mewah.

Ia menyebutkan beberapa hotel berbintang di Ibu Kota.

Namun, ia yakin warga Boyolali tidak pernah menginjakkan kaki di hotel mewah itu.

"Tapi saya yakin kalian tidak pernah masuk ke hotel-hotel tersebut. Betul?” tanya Prabowo.

“Betul,” jawab mereka yang hadir di acara itu.

"Kalian kalau masuk, mungkin kalian diusir. Karena tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang-tampang kalian, ya tampang Boyolali ini, betul?” kata Prabowo lagi yang dikutip dari Kompas.com.

Sementara istilah sontoloyo diucapkan capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) saat pembagian sertifikat, Selasa (22/10/2018).

Mulanya Jokowi mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dan jangan mudah terperdaya dengan ucapan para politisi.

Sebab, banyak politisi yang memang sengaja memperdaya masyarakat untuk kepentingan politik sesaat.

"Hati-hati, banyak politikus yang baik-baik, tapi juga banyak politikus yang sontoloyo!" kata Jokowi saat menghadiri pembagian 5000 sertifikat tanah di Lapangan Sepakbola Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (22/10/2018).[tribun]

Loading...
loading...