logo

8 Oktober 2018

Rocky Gerung Terangkan Mental Babi Hutan di Kasus Ratna Sarumpaet, Sebut Rezim Tak Punya Ide

Rocky Gerung Terangkan Mental Babi Hutan di Kasus Ratna Sarumpaet, Sebut Rezim Tak Punya Ide


GELORA.CO - AKADEMISI Rocky Gerung mengungkapkan sebuah perumpaan model politik yang menggelitik terkait kasus kebohongan Ratna Sarumpaet.

Politik yang diterangkan Rocky Gerung adalah politik babi hutan yang diterapkan dalam kasus Ratna Sarumpaet.

Rocky Gerung mengungkapkan itu saat menjadi pembicara di seminar kebangsaan Fraksi Gerindra MPR bertajuk 'Merawat Demokrasi, Mengawaln Konstitusi, Menyambut Transisi" di Depok, Jawa Barat, Jumat (5/10/2018).

Rocky Gerung memulai penjelasan itu dengan menyebut bahwa kalau hari ini pikiran tak ditumbuhkan dari awal, maka 4 bulan ke depan akan terjadi pertengkaran di jalan dengan kekuatan fisik. 

"Karena nggak ada persiapa dari sekarang. Dalam kasus, anda lihat, misalnya rezim yang nggak punya ide, dia akan eksplotasi kemarahan publik melalui peristiwa Ratna Sarumpaet terus menerus sampai hari ini. Ratna sudah minta maaf, Pak Prabowo dengan sangat satria mendampingi Ratna karena hanya kepekaan awal kemanusiaan," kata Rocky Gerung. 

Menurut Rocky Gerung, kasus Ratna Sarumpaet tak bisa dipertanyakan dengan menyebut Prabowo dkk telah menyebar hoax karena tak mengklarifikasi terlebih dulu.

"Bagaimana verifikasi? Narasumber utamanya ngomong begitu, mau  dikonfirmasi ke siapa nih.  Kan otaknya nggak ada nih. Kalo sahabat bohongi saya, saya verifikasi ke mana, ke sahabat yang kurang baik. logikanya nggak jalan," ujar Rocky Gerung.

"Jadi maksud meereka karena sahabat utama kalian menyebar hoax, maka satu-satunya cara untuk memperbaiki kesalahan saudara-saudara adalah pro Jokowi. Itu intinya kan, sebab hanya karena itu nggak berhenti orang membully terus. Barang yang udah gosong mau digoreng. Apa nggak bodo nge-goreng barang gosong? Sudah selesai peristiwanya. Soal hukum jalankan saja, mau dibelakangnya ada permainan politik, ya udah apalagi. Terus ditutut minta maaf, saya  minta maaf ke siapa. kroscek. kroscek kemana," ujar Rocky Gerung. 

"Jadi anda lihat bagaimana kepanikan bertemu dengan kebodohan, hasilnya adalah elektabilitasnya pasti makin mangkrak. Kita ada di dalam suasana itu sekarang. Tapi saya bukan politikus, pekerjaan saya paling banyak adalah naik gunung daripada politik," ujar Rocky Gerung.

Berikutnya kemudian Rocky Gerung mulai menjelaskan tentang politik babi hutan itu dengan menceritakan pengalamannya saat mendaki gunung tanggamus di Lampung. 

Rocky Gerung bercerita dia pernah mendaki gunung Tanggamus, dan tersesat selama 2 hari sampai makanannya yang tersisa hanya satu kentang kecil, dan apel. 

"Apelnya saya beli di Menteng waktu itu. Waktu itu menteng hanya ada satu tempat jual barang-barang itu, namanya gelael," kata Rocky Gerung.

Lantaran berputar-putar di dalam hutan dan kehabisan makanan, Rocky Gerung akhirnya memilih membuat bivak di dalam hutan. 

Malam-malam Rocky Gerung terbangun karena bunyi besar seperti longsoran tanah. 

Rocky Gerung melihat lalu mendapati ratusan ekor babi hutan tengah menuruni hutan dan menabrak bivaknya.

Rocky Gerung pun terseruduk babi hutan itu lalu terpental.

Rupanya, kata Rocky Gerung, gerombolan babi hutan itu turun dari gunung karena tahu petani tengah panen kentang. 

Nah babi hutan itu nggak peduli, pokoknya itu jalan dia, mau tenda kek mau apa, dia terjang aja. Babi hutan kan nggak bisa belok, dia lurus aja. Saya nggak tau dia berenti dimana waktu dia nyeruduk saya, mungkin berhenti di Monas," kata Rocky Gerung disambut tawa para Caleg Gerindra.

"Mental babi hutan ini yang ada di dalam politik kita sekarang. Nah itu, nabrak aja terus. Apakah itu ajaran dari founding fathers kita. Enggak, founding father kita tidak pernah bermental babi hutan. karena mereka mendialektisir pikirannya untuk mencari jalan keluar. Jadi agak aneh bahwa negeri ini kehilangan kemampuan berpikir," kata Rocky Gerung. 

Sindiran

Rocky Gerung berikutnya menerangkan bahwa ia ingat universitas terbuka dibuat saat dirinya masih SMA dengan maksud mensuplai pikiran kepada mereka yang tak mampu masuk ke dalam institusi formal. "Kalau nnggak salah tahun 78 tuh," kata Rocky Gerung.

Kuliah pertama dibuka oleh Professor Sumitro Djojohadikusumo. "Perdana itu, semua orang menunggu di depan televisi, apa isi kuliahnya," kata Rocky Gerung.

"Pak Mitro itu menerangkan makro ekonomi 2 jam dengan diksi yang memikat dengan logic yang tajam, dan semua orang paham apa itu APBN, apa itu inflasi, bagaimana cara membaca makro ekonomi. Ini namanya literasi, dan sampai sekarang saya bukan terkagum-kagum, saya terhipnotis gaya Professor Sumitro, tangannya diputer-puter begini untuk  menerangkan memaksimalkan argumentasi dibantu dengan gimick, dengan gerak, dengan gestur. Itu Pak Mitro juga geleng-geleng, tapi saya bisa bedain geleng-geleng sedang mikir sama tak ngerti. Pak habibie juga muter-muter kepala karena mengeluarkan pikiran, ada juga yang begini-begini (geleng-geleng) karena tidak bisa berpikir," beber Rocky Gerung disambut tawa para Caleg Gerindra.

Mari kita simak video selengkapnya :

Loading...
loading...