Pemprov Sumbar Kirim 1.6 Ton Rendang untuk Korban Gempa Palu-Donggala
logo

4 Oktober 2018

Pemprov Sumbar Kirim 1.6 Ton Rendang untuk Korban Gempa Palu-Donggala

Pemprov Sumbar Kirim 1.6 Ton Rendang untuk Korban Gempa Palu-Donggala


GELORA.CO - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengirimkan bantuan berupa logistik kepada korban yang dilanda musibah bencana alam. Rendang siap saji, salah satu kuliner lezat andalan Ranah Minang ini, kembali menjadi pilihan utama logistik bantuan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Sulawesi Tengah yang dihantam gempa bumi dan gelombang tsunami pada 28 September 2018.

Selain rendang 1.6 ton yang sudah dikemas sedemikian rupa dan diberangkatkan melalui kantor BPBD, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga menyediakan bantuan berupa donasi uang senilai Rp1 miliar. 

Bantuan rendang yang siang tadi, Kamis 4 Oktober 2018 sudah diterbangkan ke Bandara Halim Perdana Kusuma itu, berasal dari sumbangan masyarakat umum dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tergerak untuk membantu saudara di Sulteng yang tengah dilanda musibah. Meski demikian, Pemprov Sumbar tetap membuka posko penampungan bantuan lain seperti pakaian layak pakai. 

"Ya, saya sedang urus cargo di Halim. Sebelum didrop ke Palu, Donggala dan sejumlah titik yang terdampak di Sulteng, terlebih dahulu kita akan koordinasikan dengan TNI AU di Halim Perdana Kusuma,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumatera Barat, Rumainur.

Jika tidak ada halangan, Rumainur menegaskan, jika paket 1.6 ton rendang itu, akan segera diterbangkan ke Palu menggunakan Pesawat Herkules milik TNI AU. Diperkirakan paling lambat, Sabtu mendatang rendang ini sudah sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Penghubung Provinsi Sulawesi Tengah Jemy Fritz menyebutkan, pihaknya mengucapkan terima kasih atas kiriman bantuan rendang ini. 

“Kondisi saat ini, karena bencana, masyarakat biasa makan dengan mie. Tentu dengan adanya rendang, makan akan bergizi dan nikmat,”kata Jemy. [viva]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...