Komentar Pedas Afi Nihaya ke Miftahul Jannah: Cari Sensasi, Muslim Kok Egois
logo

11 Oktober 2018

Komentar Pedas Afi Nihaya ke Miftahul Jannah: Cari Sensasi, Muslim Kok Egois

Komentar Pedas Afi Nihaya ke Miftahul Jannah: Cari Sensasi, Muslim Kok Egois


GELORA.CO -  Masih ingat dengan sosok Afi Nihaya Faradisa? Afi adalah anak yang booming di Facebook lewat tulisan “Agama Warisan”. Tulisan “Agama Warisan” yang dibagikan puluhan ribu kali oleh netizen mengantarkannya ke Istana atas undangan Presiden Jokowi.

Namun, selang beberapa lama, saat Afi berada dipuncak popularitas, kebohongannya terungkap. Tulisan “Agama Warisan” ternyata bukan milik dia sendiri. Tapi mengambil karya orang lain. Afi diketahui sebagai plagiat.

Sejak saat itu, karirnya meredup, tak lagi diundang di stasiun televisi swasta. Ia pun kembali menjalani hidup seperti biasa, sebagai masyarakat biasa. 

Nama Afi kini muncul kembali setelah dirinya mengomentari Pejudo Indonesia, Miftahul Jannah yang didiskualifikasi karena menolak membuka jilbab.

Di fanpage Facebook miliknya, Afi mengecam tindakan Miftah yang bersikukuh tidak mau lelepas jilbabnya. 

Begini komentar Afi:

1. Anda ingin bunuh diri, Mbak? Awalnya saya salut dengan Anda karena mengira Anda tidak tahu apa-apa soal peraturan. Eh ternyata Anda sudah tahu dari awal tapi ngeyel. Entah karena apa. Saya kecewa.

2. Anda ingin mendobrak peraturan? Ya jangan saat sudah tanding, ikutlah kongres atau konferensi judo internasional lalu suarakan pendapat Anda. Jika Anda baru protes saat pertandingan akan dimulai, Anda tidak benar-benar ingin memperjuangkan jilbab, tapi hanya INGIN MENCARI POLEMIK, SENSASI, KISRUH, KERIBUTAN TIDAK JELAS.

3. Berjilbab adalah hak semua perempuan. Termasuk saya. Tapi, kalau Anda sudah tahu memang peraturannya gitu, Anda pikir semua orang di dunia ini harus menyuaikan diri dengan keyakinan Anda? Sorry ya, setahu saya muslim tidak boleh egois.

4. Anda telah merebut hak atlet-atlet potensial lain yang dapat berlaga untuk Indonesia. Jahat namanya.

5. Negara rugi berkali lipat karena peluang medali di nomor judo tersebut hilang.

6. Biaya yang telah dikeluarkan oleh negara untuk training, akomodasi, semuanya terbuang sia-sia. Dan biaya itu tidak sedikit, Mbak! Uang rakyat dan kesempatan dari pemerintah sampai Anda bisa tiba di arena pertandingan itu ada keringat bahkan darah dari bangsamu sendiri, dan Anda bersikap konyol, terlebih lagi Anda sudah tahu ada aturan itu. 

7. Keributan tidak penting seperti ini mempengaruhi penilaian negara lain terhadap Indonesia 👉 “Atlet Indonesia kok gitu ya?”

Padahal kita sudah susah payah membangun image baik melalui Asian Games dan IMF. Bukan cuma Indonesia, Anda juga merusak image para atlet difabel yang banyak jadi inspirasi kemarin.

8. Jika memang sejak awal Anda bersikeras mempertahankan pendirian, pilihlah cabang olahraga lain yang sesuai dengan niatan Anda itu, sehingga tidak menyia-nyiakan usaha dan kesempatan yang sudah negara berikan kepada Anda untuk berprestasi. [swr]

Loading...
loading...