Harga Premium Dinilai Bentuk Pencitraan Jokowi

Harga Premium Dinilai Bentuk Pencitraan Jokowi

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi disoal. Mahasiswa di Kota Medan berunjuk rasa di DPRD Sumut, Jumat (19/10). Massa yang berjumlah puluhan tergabung dalam Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan.

Para pengunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM. Sebab dampaknya akan mempengaruhi kebutuhan pokok. "BBM jenis premium tidak naik. Alasan tidak menaikkan BBM jenis premium hanya sebagai bentuk pencitraan Jokowi. Karena faktanya, kesejahteraan yang dijanjikan tidak pernah terwujud," kata Ketua Umum Gema Pembebasan Andika Mirza.

Dalam pernyataannya, Gema Pembebasan juga menuntut agar sistem demokrasi yang dianut ditinggalkan. Menurut mereka, demokrasi hanya melahirkan politikus dan elite penguasa korup yang menjadi antek asing.

"Sudah terlalu banyak biaya yang dikeluarkan negara untuk mempertahankan sistem ini. Maka dari itu, kami harus bulatkan tekad untuk mengganti sistem yang ada," ujarnya.

Syariat Islam dianggap menjadi solusi. Khilafah Islamiyah yang akan menjadi sistem. Pengunjuk rasa sempat diterima anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumu Arfan Maksum. Kepada mahasiswa, ia hanya meminta agar sama-sama berdoa kepada Tuhan untuk memperbaiki Indonesia. [jpc]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita