Demokrat: Kok Gratiskan Tol Suramadu Salam 1 Jari?
logo

29 Oktober 2018

Demokrat: Kok Gratiskan Tol Suramadu Salam 1 Jari?

Demokrat: Kok Gratiskan Tol Suramadu Salam 1 Jari?


GELORA.CO - Partai Demokrat mengkritisi adanya salam satu jari yang dilakukan sejumlah orang saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pengumuman Jalan Tol Suramadu (Surabaya-Madura) menjadi jalan non tol alias gratis pada Sabtu (27/10/2018).

Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengaku kesal melihat ada sejumlah orang yang melakukan salam satu jari saat berjalan berdampingan dengan Presiden Jokowi.

"Melihat mereka acungkan 1 jari, saya jadi muak. Terlalu politis...!!," kata Ferdinand lewat twitternya yang dikutip INILAHCOM, Minggu (28/10/2018).

Selain itu, Politisi Partai Demokrat Zara Zettira ZR juga ikut bertanya-tanya dengan aksi salam satu jari tersebut. Padahal, Presiden Jokowi sedang melakukan kunjungan kerja dengan menggratiskan Jalan Tol Suramadu, Jawa Timur.

"Tol Suramadu gratis, Alhamdulillah. Tapi foto-foto acara sambil ngacung satu jari gini yaaaaa. Okedeeeeeehhhh," kata Zara.

Kemudian, ada akun David Fong @davidfong_ pun mengomentari terkait adanya salam satu jari dalam peresmian digratiskannya Jalan Tol Suramadu, Jawa Timur. Menurut dia, kubu Jokowi banyak yang menangkal kalau kegiatan tersebut bukan politis.

"Mereka berlomba-lomba menyangkal ini bukan bertujuan politis. Tapi jari ini tidak bisa berbohong," ujarnya.

Untuk diketahui, Presiden Jokowi telah resmi membebaskan tarif tol Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) menjadi jembatan non-tol, di atas Jembatan Suramadu, pada Sabtu (27/10/2018).

Pada 2015, Jokowi mengaku menerima banyak masukan dan saran dari tokoh masyarakat, tokoh ulama, pemerintah daerah dan Ikama agar sepeda motor digratiskan saat itu.

"Itu tahun 2015. Dan setelah kami hitung, kami kaji, kami gratiskan," kata Jokowi.

Kemudian, pada 2016 ada juga usulan dan masukan lagi supaya tarif tol untuk roda empat dipotong 50 persen. Tetapi, hasil perhitungan pemotongan tarif tol 50 persen itu belum memberi dampak pertumbuhan ekonomi kepada Madura.

Maka, Jokowi memutuskan mengubah Jembatan Suramadu dari jalan tol menjadi jalan biasa.[inc]

Loading...
loading...