Warga dan Ormas Melayu Tolak Seluruh Kegiatan GP Ansor di Siak
logo

18 September 2018

Warga dan Ormas Melayu Tolak Seluruh Kegiatan GP Ansor di Siak

Warga dan Ormas Melayu Tolak Seluruh Kegiatan GP Ansor di Siak


GELORA.CO - Sejumlah warga dan Ormas Melayu di kabupaten Siak menolak rencana kegiatan Kirab Satu Negeri yang digawangi GP Ansor. Bahkan tidak menginginkan Ketua Umum DPP Ansor Yaqut Cholil datang ke Kabupaten Siak.

Selain warga dan Ormas yang menolak, keluarga besar kerabat Kesultanan Siak juga menyatakan sikap untuk menolak kegiatan tersebut.

Kerabat kerajaan Siak itu diwakili oleh Tengku Habibie, Tengku Wira Shahab, Tengku Said Eka Nusirhan, dan Tengku Ikhwan Shahab.

Simak video pernyataan LAM Kabupaten Siak berikut:



Kemudian Rumpun Melayu Bersatu Laskar Hulubalang Melayu Riau (RMB-LHMR) juga menyatakan sikap menolak kegiatan itu.

Ketua 1 RMB-LHMR, Andy Bin Usman Yem mengatakan pihaknya menolak kegiatan tersebut. Keluarga besar dari RMB-LHMR menggelar rapat internal Minggu malam lalu.

Inti rapat tersebut menolak diadakannya kegiatan tersebut.

"Jelas Kami RMB-LHMR menolak kedatangan Ketum Anshor dan kegiatan yang digelar di Siak. Kami juga menolak penggunaan simbol paling sakral di negeri ini yang dimuat dalam undangan GP Anshor tersebut. Dalam Hal ini adalah Istana Siak. Hemat kami ini tidak pantas dan terkesan melecehkan marwah negeri Istana dan bangsa Melayu," kata dia.



Ia mengatakan, pihaknya siap mengajarkan GP Anshor untuk menciptakan kedamaiaman di Bumi Melayu.

Sebab menurutnya, Melayu identik dengan Islam, sedangkan masyarakatkan telah mempraktikkan syariat-syariat Islam sejak ratusan tahun silam.

"Kami berasal dari negara kerajaan Islam bernama Kerajaan Siak Sri Indrapura yang sekarang bergabung dengan nusantara dan kini menjadi Indonesia. Leluhur kami telah banyak berbuat demi merawat kebangsaan di nusantara ini. Maka kegiatan itu menurut kami sebuah pelecehan marwah negri kami," kata dia.

Ia jug menyampaikan pepatah Melayu yang diperuntukkan untuk GP Anshor. Seperti, "Jangan sangka air tenang tak ada buaya. Jika Melayu membara, jangankan bulan baru nak Mengambang. [tribun]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...