Ustadz Abdul Somad: Umat Islam Wajib Nyoblos, Jangan Golput
logo

11 September 2018

Ustadz Abdul Somad: Umat Islam Wajib Nyoblos, Jangan Golput

Ustadz Abdul Somad: Umat Islam Wajib Nyoblos, Jangan Golput


GELORA.CO - Ribuan masyarakat Kota Pontianak menghadiri Haul Sultan Syarief Abdurrahman bin HB Husein Alqadrie ke-217. Sultan Syarief Abdurrahman Bin HB Husein Alqadrie merupakan pendiri Keraton Kadariah yang tertua di Kalimantan Barat.

Meski hujan turun deras, tidak mengurungkan niat ribuan masyarakat yang hadir di Lapangan Keraton Kadariah untuk menunggu ulama sejuta umat yaitu Ustadz Abdul Somad.

Berdasarkan pantauan Okezone, sepanjang jalan menuju Keraton Kadariah, jalan padat merayap akibat warga berbondong-bondong ingin menyaksikan langsung dai yang biasa disapa dengan UAS itu.

"Malam ini merupakan sejarah bagi hidup saya karena tahun 1440 hijriah ini merupakan malam yang dimuliakan Allah karena saya berada di Kesultanan Khadariyah," ungkap UAS, Senin 10 September 2018.

Jauh perjalanan selama tiga jam, diakui UAS tak mengurangi semangatnya memberikan ceramah untuk seluruh umat Islam di Pontianak.

"Karena Pontianak ini tak jauh dengan Riau. Sultan kami bernama Sultan Syarif Baasir, di sini Sultan Syarif Abdurrahman bin Husein Alqadri," tuturnya.

Malam penuh berkah, diakui UAS, diberikan Allah Subhanahu wa ta’ala dengan diturunkannya air hujan yang penuh berkah pula.

Ia lantas mengingatkan kepada seluruh umat Islam karena sebentar lagi diselenggarakan pemilihan umum, maka diharapkan semuanya memilih pemimpin yang baik.

"Umat Islam wajib mencoblos, jangan sampai golput. Jika tidak, maka yang homo, LGBT, dan narkoba akan mencoblos, maka jangan salahkan perampok akan menguasai DPR dan penguasa, maka orang yang jahat akan menguasai kejahatan karena yang memimpin adalah orang yang sakau," jelasnya.

Pada 17 April 2019, UAS mengajak seluruh umat Islam memilih pemimpin yang salatnya di masjid. "Utang budi dibawa mati, siapa yang telah berbuat baik kepadamu maka akan dibalas oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. semoga Allah memberikan balasan yang terbaik," urainya.

UAS lantas memuji kekuasaan yang dimiliki Sultan pendiri Keraton Kadariah karena memiliki kekuasaan penuh saat menjadi sultan.

"Saya hanya ingin mengikuti jejak sultan memiliki kekuasaan sehingga dapat ditiru oleh Gubernur Kalbar melalui kekuasaannya. Misalnya dengan program 1.000 penghafal Quran di Kalbar, karena memanfaatkan dakwah Islam melalui kekuasaan yang dimiliki," paparnya.

Saat memberikan sambutan, Gubernur Kalbar Sutarmidji berjanji tidak akan melakukan penyimpangan.

"Perlu ditiru gubernur dan bupati juga wali kota lainnya di Indonesia yang berjanji di depan masyarakat tidak akan melakukan penyimpangan-penyimpangan. Turun hujan barokah memilih Istana Kadariah yang berdiri sejak 1771 atas janjinya," kata UAS lagi.

Sutarmidji selaku Gubernur Kalbar menegaskan akan terus melindungi dan menjaga ulama yang ada di Indonesia dan terus mendoakan yang terbaik untuk mereka. "Kita akan melindungi Beliau dan mendoakan Beliau sehat dan panjang umur," ucapnya. [okz]

Loading...
loading...