Total 7 Suporter Tewas Akibat Persija Vs Persib Sejak 2012
logo

24 September 2018

Total 7 Suporter Tewas Akibat Persija Vs Persib Sejak 2012

Total 7 Suporter Tewas Akibat Persija Vs Persib Sejak 2012


GELORA.CO - Seorang suporter klub Persija Jakarta tewas dikeroyok sebelum menyaksikan pertandingan tim kesayangannya melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), kemarin. Terhitung sejak 2012, dia adalah korban jiwa ketujuh dari rivalitas antara Persija dengan Persib. 

Tiga orang tewas selepas laga Persija yang menjamu Persib di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada 27 Mei 2012. Faktanya, ketiga korban tak memakai kostum klub manapun.

Korban pertama diidentifikasi bernama Lazuardi (29) yang beralamat di Menteng, Jakarta Pusat. Lazuardi sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek. Lazuardi mengalami luka pada bagian kepala belakang akibat terkena hantam batu konblok. Selain itu terdapat luka di hidung, pipi kiri luka lecet, dan kening di atas hidung lecet. Adapun lokasi Lazuardi dikeroyok yakni seberang gedung kolam renang yang biasa dipakai tempat parkir. 

Sebelum dikeroyok, Lazuardi sempat dimintai KTP oleh para pelaku. 'Sweeping' KTP itu dilakukan pelaku setelah sebelumnya Lazuardi disebut tak merayakan gol Persija atas Persib. Lazuardi justru menutupi wajah dengan kaus.

Korban kedua baru teridentifikasi keesokan harinya, 28 Mei 2012, bernama Rangga Cipta Nugraha (22). Dia mengalami pengeroyokan bersama dengan rekan kerjanya, Yoga.

Rangga diketahui bekerja di Jakarta selama 8 bulan sebelum tewas dikeroyok. Rangga ternyata pernah aktif sebagai anggota Viking (sebutan bagi suporter Persib dulu) saat duduk di bangku SMA dan kuliah D3.

Korban berikutnya diketahui bernama Dani Maulana yang masih berusia antara 16-17 tahun. Keluarga Dani curiga karena pemuda itu tak kunjung pulang setelah menonton laga Persija kontra Persib. Dani merupakan warga Bekasi.

Rangga dan Dani tewas saat berada di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Keduanya memang sudah kritis saat dibawa ke rumah sakit.

Setelah kejadian, polisi langsung mencari pelaku pengeroyokan. Sekitar 2 hari kemudian 6 orang ditangkap dan mereka mengaku sebagai simpatisan The Jak Mania. Mereka adalah: Bayu, Bayu Prasmono, Abdul Rohim, Rianto, Zaenudin dan Trio Widodo.

Sebelumnya baik The Jak Mania maupun Viking sempat menyatakan ketiga korban bukanlah anggota mereka. Saat identitas Rangga terungkap, Viking langsung mendorong polisi untuk segera menangkap pelaku.

Pada 23 Oktober 2016, Persib Bandung melawan Persegres Gresik United di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang. Seorang suporter Persib bernama Muhammad Rovi Arrahman (17) tewas akibat dikeroyok oleh oknum anggota The Jak Mania.

Omen, panggilan akrab Rovi, mulanya terjatuh saat berboncengan motor setelah dilempari batu. Setelah terjatuh, Omen kemudian dipukuli secara brutal. Omen yang mengalami sobek di bagian pipi dan memar di kepala bagian belakang sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.

Masih di tahun 2016, seorang anggota The Jak Mania tewas dikeroyok di Cirebon. Persitiwa itu terjadi pada tanggal 6 November 2016.

Persija melawan Persib di Stadion Manahan Solo dalam Torabika Soccer Championship saat itu. Suporter Persija atas nama Harunul alias Harun Al Rasyid Lestaluhu (30) tewas dikeroyok di Lungbenda, Cirebon. Dia adalah korban jiwa kelima sejak 2012. 

Kejadian bermula saat rombongan suporter Persija dalam perjalanan pulang menuju Jakarta. Suporter turun dari bus dan melempari rumah warga yang berlokasi di Lungbenda. Sebelumnya di lokasi yang sama memang juga terjadi bentrokan suporter dengan warga yang mulanya dikira pendukung Persib.

Persib bertanding melawan Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 22 Juli 2017. Salah seorang suporter bernama Ricko Andrean Maulana (22) tewas dikeroyok oknum Bobotoh (sebutan pendukung Persib).

Ricko jadi korban pengeroyokan setelah sebelumnya berusaha menolong suporter lain yang dikeroyok. Namun Ricko justru tewas akibat upaya itu. Padahal Ricko juga merupakan pendukung Persib Bandung.

Pada 28 Juli 2017, Ridwan Kamil yang waktu itu merupakan Wali Kota Bandung menyerahkan sketsa pengeroyok Ricko ke polisi. Emil, sapaan akrabnya, meminta polisi segera menangkap pelaku.

Salah seorang pengeroyok bernama Wugi F Rojak (19) ditangkap polisi pada 1 Agustus 2017. Dia mengaku ikut menendang dada Ricko saat pengeroyokan terjadi. Dia mengira Ricko adalah The Jak Mania. Setelah kejadian, Wugi bersembunyi di rumahnya.

Peristiwa terbaru terjadi kemarin, Minggu, 23 September 2018. Seorang suporter bernama Haringga Sirila (23) tewas dikeroyok oknum Bobotoh sebelum laga Persib kontra Persija berlangsung di Stadion GBLA. Haringga merupakan suporter Persija yang tergabung dalam The Jak Mania.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berduka atas kejadian ini dan meminta pelaku segera ditangkap. Kang Emil pun murka dan menyebut oknum Bobotoh itu biadab. Sementara itu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tadi pagi menyambangi rumah keluarga korban.

Terhitung sejak tahun 2012, sedikitnya ada 7 suporter Persija dan Persib yang tewas. Enam di antara mereka tewas berkaitan dengan laga Persija melawan Persib.[dtk]

Loading...
loading...