Pecaahh! Massa #2019PrabowoPresiden Tumpah Ruah Hingga Stasiun
logo

7 September 2018

Pecaahh! Massa #2019PrabowoPresiden Tumpah Ruah Hingga Stasiun

Pecaahh! Massa #2019PrabowoPresiden Tumpah Ruah Hingga Stasiun


GELORA.CO - Massa peserta Deklarasi Gerakan Nasional Prabowo Presiden (GNPP) tumpah ruah memenuhi halaman Bambungkuning Squre, hingga luber ke Stasiun KAI Tanjungkarang dan Pasar Bawah, Kota Bandarlampung. Ribuan personil kepolisian mengamankan kegiatan tersebut.

Seperti dilansir Kantor Berita RMOLLampung, matahari yang terik pada Jumat (7/9) siang pukul 14.00 WIB itu, sound system serta panggung yang ala kadarnya, tetap menarik antusias masyarakat untuk menghadiri deklarasi yang pertama kali dilakukan GNPP secara nasional.

Massa yang kebanyakan berpakaian muslim dan emak-emak itu terlihat sangat antusias menyimak orasi. ”Apa kalian datang dibayar?” tanya Ahmad Dani. Serentak dijawab massa: tidaaak.


Orang-orang berkaos dengan tulisan tagar #2019PrabowoPresiden berseliweran pada deklarasi. Polisi pun mengawal acara itu agar berlangsungnya aman. Sebanyak 1.476 personel gabungan dari Polda Lampung dan Polresta Bandarlampung diterjunkan.

Di antara ribuan massa, beberapa masih ada yang memakai kaos #2019GantiPresiden. "Pasukan Emak-Emak" ada yang menghampiri kelompok-kelompok massa yang dengan mengatakan:Prabowo presiden ya Pak? Rata-rata dijawab : siap atau Insya Allah.

Warung tenda sekitar lokasi acara ikut ketiban rezeki. Kursi yang mereka sediakan penuh dan pesanan minuman dan panganan pun antre. ”Alhamdullilah,” ujar seorang pedagang.


Sebelum orasi, ada insiden kecil, seseorang bersenjata menyusup ke tengah massa. Aparat keamanan berhasil mendeteksi dan melumpuhkan penyusup yang berpotensi membuat gaduh deklarasi.

Deklarasi Relawan Ulama PAS Lampung sekaligus pengukuhan Presidium Daerah GNPP Lampung. Sekitar wakil 48 ormas dan organisasi komunitas dari 15 kabupaten/kota se-Lampung hadir.

Tokoh GNPP yang menghadiri deklarasi adalah Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP Partai Gerindra yang juga pembina ACTA Habiburokhman, Fauzi Baadilah, Cut Muthia Adrina, dan Haikal Hassan. [rmol]

Loading...
loading...