logo

29 September 2018

MUI Minta Kepolisian Mengusut Tuntas Pengedit Video Tewasnya Suporter Persija

MUI Minta Kepolisian Mengusut Tuntas Pengedit Video Tewasnya Suporter Persija


GELORA.CO - Video hoaks pengeroyokan Haringga Sirla yang diiringi kalimat tauhid beredar luas di media sosial. Hal ini dianggap Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi sebagai sebuah penghinaan terhadap ajaran Islam.

“Tindakan tersebut selain tidak sesuai dengan ajaran Islam juga merupakan bentuk penghinaan terhadap kesucian ajaran Islam,” tutur Zainut dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/9).

Ia mengapresiasi kepolisian RI yang telah melakukan penyelidikan terhadap beredarnya video pengeroyokan suporter Persija ini. Kepolisian dalam hal ini telah memastikan tidak ada teriakan kalimat takbir dan Laa Ilahaillallah dalam video tersebut.

“Dalam tayangan video yang berdurasi kurang dari setengah menit itu, ada sekelompok anak muda yang menganiaya saudaranya sendiri dengan tindakan brutal di luar batas kemanusiaan, disertai dengan teriakan takbir dan kalimat tauhid yang menurut hemat kami sangat tidak pada tempatnya,” ungkapnya.

Tindakan yang dilakukan Bobotoh terhadap suporter Persija itu sangat disayangkan oleh MUI. Zainut meminta kepolisian mengusut tuntas pihak-pihak yang ingin menyalahgunakan kesempatan hal ini.

MUI kemudian mendoakan agar Haringga dapat beristirahat dengan tenang dan diampuni dosanya.

“Kepada keluarga Almarhum kami menyampaikan duka yang sangat mendalam semoga Allah SWT memberikan kesabaran dan ketabahan,” tutupnya.

Haringga meninggal setelah dikeroyok Bobotoh sesaat sebelum duel Persib vs Persija, Minggu (23/9). Tewasnya Haringga akibat ulah Bobotoh ini juga berdampak kepada penghentian Liga Indonesia secara sementara. [kumparan]

Loading...
loading...