logo

27 September 2018

LSI Denny JA: Suara PA 212 75% ke Prabowo-Sandi, 16,7% Jokowi-Ma'ruf

LSI Denny JA: Suara PA 212 75% ke Prabowo-Sandi, 16,7% Jokowi-Ma'ruf


GELORA.CO - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei yang bertemakan 'Setelah Ijtima Ulama 2 Pergeseran Dukungan Capres-Cawapres'. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan responden 1.200 orang, dan margin of error 2,9 persen.

Dari hasil survei pengaruh hasil ijtima ulama 2 yang dilakukan pada 14-22 September, dibagi menjadi dua kategori responden yakni untuk Persatuan Alumni (PA) 212 dan Nahdlatul Ulama. 

Hasilnya, elektabilitas pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengalami kenaikan dari sebelumnya 61,1 persen menjadi 75 persen. Sedangkan paslon nomor urut 1 Joko Widodo-Ma'ruf Amin menurun menjadi 16,7 persen, setelah sebelumnya capai 27,8 persen. Dan masih sekitar 8,3 persen pemilih yang belum menentukan pilihannya. 

“Jadi kita lihat pendukung Jokowi dari Agustus hingga September setelah ijtima ulama mengalami penurunan 11,1 persen,” kata Peneliti LSI Ardian Sopa di Gedung LSI, Jalan Pemuda, Jakarta Timur, Kamis (27/9).

Sopa menjelaskan, meski Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul di ijtima ulama, namun basis suaranya yang berasal dari PA 212 yang hanya berkisar 3,7 persen. 

Ia mengungkapkan Jokowi-Ma'ruf unggul dan memiliki basis pendukung di kalangan NU. Sedangkan Sopa menyebut NU merupakan basis paling besar dibanding segmen lainnya di Indonesia.

“Dari segmen NU. Tadi dari segmen PA. Basis masyarakat Indonesia bagian dari NU 43,9 persen. Terbesar,” ucap Sopa.

Untuk di segmen NU, pada survei bulan ini Jokowi-Ma'ruf mengalami peningkatan dibandingkan Agustus lalu, dari sebelumnya 54,7 persen menjadi 55,5 persen. Sedangkan Prabowo-Sandi menurun 0,90 persen, dari sebelumnya pada Agustus sebesar 27 persen menjadi 26,1 persen. 

Sopa menilai kenaikan elektabilitas paslon nomor urut 1 karena pengaruh cawapres Ma'ruf Amin hingga dukungan tokoh-tokoh NU. Jika dibandingkan kedua segmen itu maka disimpulkan NU memiliki pengaruh yang lebih tinggi dari PA 212.

“Jadi segmen suara NU lebih besar dibanding PA 212,” pungkasnya. [kmp]

Loading...
loading...