logo

28 September 2018

Jenazah Kakak Syahrini Menitikan Air Mata, Intip Penelitian Ini

Jenazah Kakak Syahrini Menitikan Air Mata, Intip Penelitian Ini


GELORA.CO -  Kepergian kakak Syahrini, Ridwan Zaelani pada Selasa 25 September 2018 masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan kerabatnya. Hingga saat ini, Syahrini dan adiknya Aisyahrani pun masih kerap mengungkap kerinduan mereka kepada almarhum.

Aisyahrani bahkan sempat mengisahkan soal kejadian langka yang dialaminya yakni melihat jenazah sang kakak menitikkan airmata. Hal ini terjadi setelah Aisyahrani memperdengarkan suara Ustaz Abdul Somad ke telinga jenazah kakaknya. Dari Instagram Aisyahrani, Ustaz Abdul Somad yang saat itu tengah berada di Palu, Sulawesi Tengah tak bisa ikut menghadiri pemakaman Ridwan Zaelani. Oleh karenanya melalui video, Ustaz Somad mengungkapkan kata-kata terakhir dan juga memberi doa untuk almarhum.

Menurut Aisyahrani, jenazah sang kakak yang sudah tertutup matanya, meneteskan air mata setelah diperdengarkan pesan dari Ustaz Somad tersebut. Diakui Aisyahrani, sang kakak begitu mengidoalkan sang ustaz. "AMIIIIIIIINNNNNNNN TUAN GURU ADALAH SALAH SATU ULAMA PUJAAN ALMARHUM.. @ustadzabdulsomad setelah dapet video ini saya langsung dekatkan ke telinga jenazah kaka saya.. sontak almarhum meneteskan air mata padahal matanya sudah tertutup. Ya Allahh terima kasih tuan guru. Mohom dimaafkan kesalahannya, mohon didoakan semoga Allah mengampuni segala dosanya dan diterima semua amal ibadahnya," tulis Aisyahrani di keterangan videonya yang diunggah, Kamis 27 Kamis 2018

Belum ada yang memastikan mengapa jenazah Ridwan Zaelan masih bisa menitikkan air mata. Namun ada beberapa penelitian yang menyatakan bahwa ada tanda-tanda pikiran masih berfungsi setelah seseorang mati. Di Amerika Serikat dan banyak negara lain, seseorang secara hukum dinyatakan meninggal jika dia secara permanen kehilangan semua aktivitas otak, alias mengalami kematian otak, atau seluruh pernapasan dan fungsi peredaran darah terhenti. Namun, sistem listrik intrinsik jantung dapat menjaga organ tetap berfungsi untuk waktu yang singkat setelah seseorang mati otak.

Dr Diana Greene-Chandos, asisten profesor bedah saraf dan neurologi di Ohio State University Wexner Medical Center menyatakan jantung bahkan bisa tetap bekerja kendati berada di luar tubuh. "Namun tanpa ventilator untuk menjaga darah dan oksigen beredar, fungsi ini akan berhenti dengan sangat cepat, biasanya dalam waktu kurang dari satu jam," kata Greene.

Dengan hanya mengandalkan ventilator, beberapa proses biologis - termasuk ginjal dan fungsi lambung - dapat terus bekerja selama sekitar satu minggu. "Dengan alasan ini bisa dimengerti mengapa rambut dan kuku bisa tumbuh setelah seseorang dinyatakan mati," kata Greene-Chandos.

Sam Parnia, direktur penelitian perawatan kritis dan resusitasi di NYU Langone School of Medicine di New York City juga menceritakan tentang kehidupan setelah detak jantung terhenti. Sam Parnia mengklaim kesadaran pikiran seseorang terus bekerja setelah tubuh telah berhenti menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Itu berarti, seseorang mungkin menyadari kematian mereka sendiri saat dinyatakan meninggal oleh petugas medis. Dia dan timnya melihat orang-orang yang menderita serangan jantung, seharusnya para pasien itu sudah meninggal , namun kemudian mereka bisa dihidupkan kembali.

Beberapa dari peneliti itu mengatakan bahwa orang yang meninggal memiliki kesadaran dalam mendengar percakapan penuh dan dapat melihat hal-hal yang terjadi di sekitar mereka setelah mereka dinyatakan meninggal dunia. Penemuan ini kemudian diverifikasi oleh staf medis dan perawat yang hadir saat itu.

Kematian didefinisikan sebagai titik di mana jantung tidak lagi berdetak, dan aliran darah ke otak terputus. Sam Parnia mengatakan secara teknis semua waktu kematian didasarkan pada saat jantung berhenti. "Begitu jantung berhenti, darah tidak lagi beredar ke otak, yang berarti fungsi otak berhenti hampir seketika. Anda kehilangan semua refleks batang otak Anda - refleks muntah Anda, refleks pupil Anda, semua yang hilang," katanya.

Namun, ada bukti yang menunjukkan bahwa ada ledakan energi otak saat seseorang meninggal. Pada tahun 2013, peneliti di University of Michigan melihat sinyal listrik di dalam otak sembilan tikus yang diberi obat bius ketika mendapat serangan jantung. Mereka melihat pola aktivitas yang terkait dengan keadaan "peringatan serius" dalam periode singkat setelah kematian klinis.

Menurut Parnia timnya mencoba untuk memahami karakteristik pasti yang dialami orang saat mereka melewati kematian. "Karena pengalaman ini akan menjadi pengalaman semua orang di dunia yang tentu saja akan mati," katanya. [tco]

Loading...
loading...