Janji Tinggallah Janji, Jokowi Disebut Khianati Petani
logo

26 September 2018

Janji Tinggallah Janji, Jokowi Disebut Khianati Petani

Janji Tinggallah Janji, Jokowi Disebut Khianati Petani


GELORA.CO - Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin menyayangkan sikap pemerintah yang terus mengimpor beras. 

Dia mengatakan, hingga hari ini, silih berganti Menteri Perdagangan justru semakin membuka peluang impor yang mengakibatkan sebagian besar elemen bangsa mulai dari elit hingga masyarakat banyak mengeluh.

Hal tersebut, menurut Akmal, jelas melanggar janji kampanye Jokowi tentang kebijakan pangan. Dimana, Presiden Jokowi pernah berjanji untuk menyetop impor produk pangan, guna mendongkrak kesejahteraan para petani.

Akmal mengatakan, setiap awal tahun ia memberi masukan kepada pemerintah untuk mewaspadai segala tantangan-tantangan negara yang terberat agar diselesaikan secara bijak. 

"Saya sangat berharap kepada pemerintah agar berjanji yang akan ditepati, yakni memajukan petani negeri ini maju dan berjaya," kata Akmal di Jakarta, Rabu (26/9/2018).

Peringatan itu terbukti saat ini adalah terkait tantangan energi, daya beli dan pangan. 

Tiga hal tersebut hingga saat ini, pemerintah belum memberikan rasa puas, rasa nyaman dan rasa aman kepada masyarakat, sehingga rakyat merasa gelisah.

"Ketika petani maju dan berjaya, maka negara ini akan segera menemukan kedigdayaannya baik dimata rayat sendiri maupun di mata negara lain," ungkapnya.

Legislator PKS ini juga mengatakan bahwa hari lahirnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UU PA) pada 24 September tahun itu, menjadi patokan sebagai peringatan Hari Tani 

Nasional. Isu yang dibawa adalah hak kepemilikan atas tanah.

Namun, kata dia, jika dilihat hingga saat ini, turunan program perlindungan hak atas tanah tidak dilakukan secara komprehensif. 

Misal Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, sudah disahkan hampir sepuluh tahun, tapi dampaknya minim. Lahan terus terkonversi tanpa ada upaya pengganti secara serius.

"Petani kita hanya ingin sederhana. Pemerintah hanya diminta menjamin, keterjangkauan harga, pendidikan murah dan jaminan kesehatan yang baik. Tiga hal ini masih menjadi keluh kesah petani kita, sehingga mereka belum mau dikatakan maju apalagi berjaya," jelasnya.

"Saya harap pemerintah mendengar aspirasi petani yang saya bawa ini sebagai awalan masukan penyampaian kepada Menteri Pertanian yang juga semoga diteruskan kepada Presiden," imbuhnya. [tsc]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...