Ini Sosok Co-Founder <i>Asia Sentinel</i> yang Foto Bareng Jokowi-Moeldoko
logo

18 September 2018

Ini Sosok Co-Founder Asia Sentinel yang Foto Bareng Jokowi-Moeldoko

Ini Sosok Co-Founder <i>Asia Sentinel</i> yang Foto Bareng Jokowi-Moeldoko


GELORA.CO - Sosok Lin Neumann yang disebut sebagai co-founder media Asia Sentinel disinggung oleh Partai Demokrat karena pernah foto bareng Moeldoko hingga Joko Widodo. Siapa dia sebenarnya?

Di akun LinkedIn-nya, Lin Neumann menulis dirinya sebagai Managing Director di American Chamber of Commerce in Indonesia (AmCham Indonesia). AmCham Indonesia menaungi sekitar 300 perusahaan yang berbisnis di Indonesia. Dia menduduki posisi itu sejak 2014.

Sebelum menduduki posisi di AmCham Indonesia, Lin Neumann adalah seorang wartawan. Lulusan American University ini pernah menjadi Editor in Chief Sacramento News & Review, Executive Editor The Standard Hong Kong, hingga Chief Editor JoongAng Daily di Seoul.

Lin Neumann juga pernah menjabat sebagai Editor in Chief The Jakarta Globe pada 2008-2012 dan menjadi host di BeritaSatu TV pada 2011-2012. Setelah itu, pria asal Phoenix AS ini mengelola lembaga konsultan.

Di situs Asia Sentinel, Lin Neumann tertulis sebagai co-founder di beberapa artikel yang ditulisnya. Artikel itu di antaranya berjudul 'The Meaning of Jokowi for Indonesian Politics' (2014), Prabowo Wants to 'Manage' Indonesia (2013), dan 'Indonesian Politics: Last Minute Deals' (2014).

Sebelumnya diberitakan, Wasekjen Partai Demokrat (PD) Rachland Nashidik mengunggah sebuah foto yang menampilkan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko bersama Lin Neumann. Melalui bukti foto itu, Rachland menduga ada campur tangan Istana terkait artikel kasus Bank Century yang dimuat Asia Sentinel dengan menyeret nama Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Kemudian, Rachland kembali mengunggah foto Lin Neumann, kali ini bersama Jokowi. Dalam foto itu, tampak Jokowi dan Lin tersenyum bersama.

"Kita yakin, foto ini tak bicara lain kecuali Lin Neumann, Ketua AmCham, beraudiensi dengan Presiden," kata Rachland.

Sementara itu, Juru bicara Presiden, Johan Budi SP, menegaskan Istana Kepresidenan tidak punya hubungan sama sekali dengan artikel yang dimuat Asia Sentinel itu. Bahkan Johan mempertanyakan data yang bisa mengorelasikan hal itu.

"Saya kira nggak ada hubungan sama sekali. Di mana letak kesimpulan mem-backing itu di mana? Kan harus ada data atau korelasi yang valid kemudian bisa disimpulkan ada hubungan dengan Istana," kata Johan Budi saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (18/9/2018). [dtk]

Loading...
loading...