logo

22 September 2018

Eks KASAU hingga Danjen Kopassus Era Soeharto Deklarasi Dukung Prabowo

Eks KASAU hingga Danjen Kopassus Era Soeharto Deklarasi Dukung Prabowo


GELORA.CO - Sebanyak 300 purnawirawan Jenderal, Laksamana, dan Marsekal TNI mendeklarasikan dukungan mereka terhadap pasangan calon Prabowo-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019 mendatang. 

Beberapa nama yang mendukung itu yakni eks Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat, eks Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) yang juga mantan Menko Polhukam Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno, hingga eks Danjen Kopassus era Presiden Soeharto Jenderal TNI (Purn) Wijoyo Suyono.

“Maka pada hari ini, di tempat ini, kita dengan penuh semangat tanpa kecuali membulatkan tekad untuk berjuang bersama menyatukan hati, agar saling bergandeng tangan untuk memberikan dukungan penuh kepada Prabowo Subianto,” ujar Imam Sufaat di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta Pusat, Sabtu (22/9). 

Turut hadir dalam deklarasi itu eks Panglima TNI yang juga Ketua Timses Prabowo-Sandi Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi DPP Partai Gerindra Rachmawati Soekarnoputri, serta politikus Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto. 

Menurut Imam, hingga saat ini bangsa Indonesia masih berjuang untuk memberantas kemiskinan dan kebodohan. Sebagai capres, Imam menilai Prabowo Subianto merupakan sosok pemimpin yang memiliki gagasan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Hari ini, kita sudah melihat kemampuan calon presiden kita Prabowo Subianto menuangkan gagasannya dengan tema mengenai ekonomi kerakyatan sebagai solusi tatanan ekonomi indonesia,” kata Imam.

“Kita diberikan harapan baru tentang masa depan indonesia yang adil dan sejahtera,” tambahnya.

Prabowo Subianto yang turut menjadi  pembicara dalam acara tersebut turut memberikan komentar terhadap dukungan yang ditujukan pada dirinya. Ia merasa terhormat dapat didukung oleh para 300 purnawirawan Jenderal, Laksamana, dan Marsekal TNI tersebut.

“Saya tidak menduga ada pernyataan seperti ini, sebetulnya saya tidak berharap karena ingin menghormati kebebasan bernegara untuk ini. Tetapi dengan pernyataan sikap ini saya menerimanya sebagai penegasan, suatu kehormatan yang sangat besar,” jelas Prabowo.

Ia berharap dukungan tersebut bisa direalisasikan dalam merebut suara pemilih pada 17 April 2019. 
“Inilah perjuangan kita, inilah pertempuran kita terakhir merebut kedaulatan bangsa Indonesia,” tegas Prabowo yang disambut tepuk tangan. [kmp]

Loading...
loading...