Demokrat: Jokowi Jangan Jadi Musuh Sejarah
logo

13 September 2018

Demokrat: Jokowi Jangan Jadi Musuh Sejarah

Demokrat: Jokowi Jangan Jadi Musuh Sejarah


GELORA.CO - Partai Demokrat mewanti-wanti Presiden Joko Widodo untuk tidak mengganti prasasti pembangunan Bandara Internasional Lombok yang dibubuhkan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyonos (SBY) di tahun 2011.

Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menilai pembongkaran prasasti SBY akan menegaskan bahwa Jokowi merupakan musuh sejarah. Sebab dia menghilangkan peristiwa penting bangsa yang ada di Lombok.

“Jokowi jangan coba-coba menghilangkan jejak sejarah Bandara Lombok. Jokowi jangan jadi musuh sejarah,” ujarnya dalam akun Twitter pribadi, Rabu (12/9).

Senada dengan itu, Wasekjen DPP Partai Demokrat Andi Arief juga meminta agar Jokowi tidak mengganti prasasti tersebut.

Apalagi, sambung dia, tidak ada cerita pemimpin di dunia yang mengklaim pembangunan infrastruktur dengan merobohkan prasasti pembangunan yang ada.  

“Saya periksa kisah-kisah presiden dunia, nggak ada yang berupaya mengklaim pembangunan presiden sebelumnya dengan merobohkan prasasti dengan mengganti prasasti baru yang ditandatanganinya,” tukasnya di akun Twitter @andiarief_.

Terhitung per 5 September 2018, Bandara Lombok International Airport (LIA) berubah nama menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid. Pergantian tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Nomor KP 1421/2018.

Pergantian nama bandara itu juga mengacu pada Keputusan Presiden Republik Indonesia 115/TK/Tahun 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

Salah satunya untuk TGKH M Zainuddin Abdul Madjid yang merupakan tokoh asal NTB, sekaligus kakek dari Tuan Guru Bajang (TGB) M Zainul Majdi. [rmol]

Loading...
loading...