logo

6 Agustus 2018

Serang Tak Izinkan Deklarasi #2019GantiPresiden, Panitia Protes

Serang Tak Izinkan Deklarasi #2019GantiPresiden, Panitia Protes


GELORA.CO - Panitia Deklarasi #2019GantiPresiden protes karena tak mendapatkan izin acara di Kota Serang. Deklarasi yang rencananya dilakukan pada Jumat 10 Agustus di Alun-alun Barat tersebut ditolak izin penggunaan tempatnya oleh Pemkot Serang.

Panitia deklarasi Sudrajat Sahrudin memprotes penolakan tersebut. Menurutnya hanya karena ada pawai obor Asian Games, deklarasi mereka tidak mendapatkan izin. Padahal, di lokasi tersebut menurutnya tidak secara teknis digunakan untuk pawai obor.

"Atas tidak diberikan izin di Alun-alun Barat, kami menduga ini bukan hanya alasan teknis tapi juga politis," ujar Sudrajat di Serang, Banten, Senin (6/8/2018).

Izin untuk menggunakan di lokasi Stadion Maulana Yusuf pun menurutnya ditolak oleh Pemkot. Dinas Pemuda dan Olah Raga, tidak memberikan izin dengan alasan di hari yang sama digunakan untuk penerimaan obor Asean Games.

Panitia menurutnya rela memundurkan izin pada Rabu tanggal 8 Agustus. Tapi izin penggunaan tempat juga ditolak dengan alasan sterilisasi dan persiapan pawai obor.

"Tanggal 8 Agustus kosong dan kami minta, tapi dengan alasan serupa (ditolak). Rasa-rasanya keterlaluan amat, ini alasan ril atau dibuat-buat," protesnya.

Ia menduga, penolakan atas izin penggunaan di dua tempat tersebut dinilai politis. Ia menuding Pemkot Serang sudah partisan dan zalim kepada panitia Deklarasi #2019GantiPresiden.

"Jadi jangan gara-gara karena kami tidak diberikan izin, Pemkot sudah tidak netral," ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Serang AKBP Komarudin mengatakan, sampai hari ini pihak kepolisian belum menerima surat pemberitahuan mengenai agenda deklarasi tersebut. Di hari Jumat 10 Agustus di Stadion Maulana Yusuf pun rencananya digunakan untuk agenda pawai obor Asean Games.

"Belum ada terima laporan, izin keramaian pun belum. Yang di stadion kan memang harus steril karena digunakan untuk persiapan Asian Games," ujarnya saat dihubungi detikcom. [detik]

Loading...
loading...