Pencipta Lagu ''Hari Merdeka'' Ternyata Seorang Habib, Pendiri Paskibraka, Pejuang Melawan Jepang
logo

17 Agustus 2018

Pencipta Lagu ''Hari Merdeka'' Ternyata Seorang Habib, Pendiri Paskibraka, Pejuang Melawan Jepang

Pencipta Lagu ''Hari Merdeka'' Ternyata Seorang Habib, Pendiri Paskibraka, Pejuang Melawan Jepang


GELORA.CO -  Lagu "Hari Merdeka" atau juga populer dengan sebutan "17 Agustus 1945" mulai sering terdengar menjelang perayaan hari kemerdekaan RI ke-73.

Di dunia maya pun sudah bertebaran video-video orang menyanyikan lagu "Hari Merdeka."

Bahkan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid pun ikut mencuit soal lagu ini.

Di akun twitternya, dia ikut memuji pencipta lagu "Hari Merdeka."

Dia menanggapi akun twitter Budi Setyarso yang mengunggah video unik, seorang pria menyanyikan lagu "Hari Merdeka" sekaligus menjadi musik latarnya.

H Mutahar sang pencipta lagu itu, menurut Hidayat Nur Wahid, ternyata juga seorang habib. Nama lengkapnya adalah al Habib Muhammad bin Huseain al Mutahar.

Dalam definisi umum, habib adalah seorang yang dicintai, atau keturunan dari Rasulullah Muhammad SAW.

Begitu hebatnya lagu ciptaan H Mutahar, siapakah dia sebenarnya?

Dikutip dari ensiklopedi bebas Wikipedia, H Mutahar memiliki nama lengkap Muhammad Husein bin Salim bin Ahmad bin Salim bin Ahmad al-Muthahar atau yang lebih dikenal dengan nama H. Mutahar.

Dia lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 5 Agustus 1916.

Lalu meninggal dunia di Jakarta, pada 9 Juni 2004 pada umur 87 tahun.

H Mutahar adalah seorang komponis musik Indonesia, terutama untuk kategori lagu kebangsaan dan anak-anak.

Banyak lagu ciptaanya yang menempel di benak anak-anak sekolah, karena mudah dihapal dan mengibarkan semangat berjuang dan penuh nilai-nilai kebaikan.

Lagu ciptaannya yang populer adalah hymne Syukur (diperkenalkan Januari 1945) dan mars Hari Merdeka (1946).

Karya terakhirnya, Dirgahayu Indonesiaku, menjadi lagu resmi ulang tahun ke-50 Kemerdekaan Indonesia.

Lagu anak-anak ciptaannya, antara lain: "Gembira", "Tepuk Tangan Silang-silang", "Mari Tepuk", "Slamatlah", "Jangan Putus Asa", "Saat Berpisah", dan "Hymne Pramuka".

H Mutahar ternyata seorang yang katif di kegiatan kepanduan.

Saat gerakan kepanduan dilebur menjadi Gerakan Pramuka, H Mutahar juga ikut aktif di dalamnya.

H Mutahar juga tercatat sebagai tokoh yang turut membidani lahirnya Pasukan Pengibar bendera Pusaka (Paskibraka).

Paskibraka adalah tim yang beranggotakan para pelajar dari berbagai belahan daerah di Indonesia.

Tim ini akan mengibarkan bendera pusaka saat hari peringatan kemerdekaan RI.

H Mutahar juga tercatat pernah terlibat dalam 'pertempuran lima hari' di Semarang.

Pertempuran itu adalah pertempuran rakyat Indoensia melawan tentara Jepang pada masa peralihan kekuasaan setelah Belanda memerintah di Indonesia.

Peristiwa itu terjadi pada 15 Oktober 1945 hingga 20 Oktober 1945. [tribun]

Loading...
loading...