Ngaku Kenal Polisi, Satpol PP Lepas ABG Pesta Seks di Apartemen Bogor Valley
logo

31 Agustus 2018

Ngaku Kenal Polisi, Satpol PP Lepas ABG Pesta Seks di Apartemen Bogor Valley

Ngaku Kenal Polisi, Satpol PP Lepas ABG Pesta Seks di Apartemen Bogor Valley


GELORA.CO - Pengurus Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Apartemen Bogor Valley, Rizky Lerian mengaku sudah melaporkan 8 ABG pesta seks ke Polres Bogor Kota. Namun laporan itu tak direspon.

Salah seorang wanita muda yang digerebek mengaku mengenal beberapa polisi. Ia pun menantang Rizky untuk melaporkan kasus tersebut ke polisi. Karena itu, Rizky mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bogor Kota.

“Kami sudah laporan ke polisi. Ke SPKT Polresta Bogor. Saat mereka mau ke sini itu bareng, mereka pakai mobil, saya pakai motor. Nah pas sampai depan lokasi, mereka malah balik kanan. Tidak masuk,” ucap Rizky.

“Katannya dipanggil Kasat atau Wakasat, begitu kata security. Akhirnya, tidak ada polisi yang nanggapi. Kami lapor ke Satpol PP, mereka dibawa ke sana,” tambah Rizki.

Kabid Penegak Perda Satpol PP Kota Bogor, Danny Suhendar mengatakan, pihaknya telah memeriksa para ABG yang digerebek warga di Apartemen Bogor Valley pada Kamis dini hari (30/8/2018).

“Kejadiannya pada tanggal 30 Agustus 2018 berjumlah 8 orang ABG, 5 lelaki dan 3 wanita,” ucap Danny, Jumat (31/8).

Danny menyebut para wanita ABG itu diduga PSK online. Mereka telah membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

“Satpol PP memberikan pembinaan dengan mendatangkan orang tuanya untuk pembinaan kembali oleh orang tuanya masing-masing,” beber Danny.

Setelah itu, mereka dilepas. Para ABG cantik itu berasal dari Cilebut, Citayam, dan Depok. Mereka terbukti melanggar Perda 8 tahun 2006, pasal 18 ayat 1 s/d 3 tentang Ketertiban Umun.

Menurut Danny, pihaknya akan memanggil pengelola Apartemen Bogor Valley untuk diperiksa penyidik/PPNS Satpol PP pada awal September nanti.

“Untuk Bogor Valley bisa kena teguran berat sampai dengan pencabutan izin usaha karena telah digunakan uuntuk ajang prostitusi atau maksiat,” pungkas Danny. [psid]

Loading...
loading...