logo

4 Agustus 2018

Mahfud MD Tanggapi Kabar soal Dirinya yang Disebut Jadi Calon Kuat untuk Cawapres Jokowi

Mahfud MD Tanggapi Kabar soal Dirinya yang Disebut Jadi Calon Kuat untuk Cawapres Jokowi


GELORA.CO - Mantan Ketua MK, Mahfud MD menanggapi kabar soal dirinya yang disebut-sebut sebagai calon kuat untuk cawapres pendamping Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019.

Dalam acara Satu Meja yang diunggah oleh akun Youtube Kompas TV , Rabu (1/8/2018), Mahfud memberikan komentarnya atas kabar tersebut.

"Nggak tahu, kan yang menilai orang lain. Saya sendiri masuk calon atau tidak, nggak tahu," ujarnya.

Mahfud mengaku ia beberapa kali bertemu dengan Jokowi, namun tidak membahas soal cawapres.

"Sering (bertemu Jokowi) tapi tidak bicara soal Pilpres. Saya kan anggota BPIP, sering bertemu di waktu-waktu tertentu," ujar Mahfud.

Soal kalimat 'matahari dari timur' dalam pernyataan Megawati terkait momentum pengumuman cawapres Jokowi, Mahfud mengaku tidak merasa hal itu merujuk padanya.

"Bisa dari mana-mana, banyak 'timur' itu," komentar Mahfud.

Ia kembali menegaskan bahwa dirinya tak merasa ungkapan yang dikatakan Megawati tersebut merujuk padanya.

"Saya tidak merasa begitu. Tapi, saya menikmati berita-berita yang mengaitkan saya, cuma sebagai penikmat berita saja. Karena berita apapun terkait politik saya nikmati, apalagi kalau ada saya. Tapi bahwa saya berkesimpulan jadi cawapres itu enggak, sampai saat ini enggak," ujar Mahfud.

Saat ditanya mengenai maksud dari safari bertemu sejumlah kyai, Mahfud mengaku bahwa ia sudah melakukan itu 5 tahun yang lalu.

"Itu saya lakukan sudah 5 tahun ini, sebelumnya tidak diberitakan karena tidak apa-apa, kini diberitakan karena saya dikabarkan mau jadi cawapres saja, makanya ramai," ujarnya.

Mahfud lantas mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin yang nasionalis dan religius agar seimbang.



Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto kembali mengungkap pertemuan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari Minggu (8/7/2018) di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat.

Hal ini sekaligus menepis anggapan adanya jarak antara keduanya.

"Istana Batu Tulis sangat cocok, teduh, menghadap Gunung Salak dengan gemuruh air sungai yang menciptakan suasana kontemplatif. Membangun suasana kebatinan yang baik, membahas berbagai agenda strategis bangsa dan negara. Jauh di atas kepentingan pribadi atau golongan. Semua yang dibahas untuk kemajuan Indonesia Raya," kata Hasto seperti yang dilansir dari Tribunnews.

Hasto Kristiyanto kembali menegaskan, pertemuan Presiden Jokowi dengan Megawati sekaligus menepis anggapan berbagai pengamat politik selama ini. Kepemimpinan keduanya, tegas Hasto, saling melengkapi dan merupakan satu kesatuan.

"Kepemimpinan Ibu Mega dan Pak Jokowi itu saling melengkapi dan satu kesatuan. Ibu Mega sangat kokoh dalam prinsip, dan berpolitik dengan keyakinan untuk rakyat," ujar Hasto.

"Sementara Pak Jokowi dengan kemampuan teknokratisnya serta model kepemimpinan yang membangun dialog, merangkul, dan terus membumikan Pancasila dalam tradisi kepemimpinan yang turun ke bawah, atau merakyat," Hasto menegaskan kembali.

Dari pertemuan yang berlangsung selama 1 jam 50 menit itu, Hasto dalam pernyataannya yang diterima Tribunnews.com, Senin (9/7/2018) juga mengungkap, keduanya saling melengkapi.

Bersinergi, dan disatukan oleh emotional bonding (ikatan emosional) dengan Bung Karno, Proklamator dan Bapak Bangsa Indonesia.

Sejumlah hal strategis dibahas oleh Megawati dan Jokowi, terutama agenda strategis bangsa Indonesia.

"Beberapa hal strategis dibahas terkait hasil kunjungan Presiden Bank Dunia, Persiapan Asian Games, berbagai agenda strategis bangsa dan negara, termasuk pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden," ungkapnya.

Hal lainnya, terkait siapa yang akan mendampingi Jokowi dalam Pilpres mendatang.

Hasto menjelaskan, PDI Perjuangan calon wakil presiden pendamping Jokowi sudah mengerucut, dan telah dikantongi Jokowi.

“Pengumuman dilakukan pada momentum tepat, dan dalam cuaca yang cerah, secerah ketika matahari terbit dari timur. Jadi tunggu saja dan sabar," ujar Hasto mengutip pernyataan Megawati Soekarnoputri

Sementara itu, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy atau yang akrab disapa Romi menyampaikan 10 nama yang digadang-gadang menjadi cawapres pendamping Joko Widodo.

Ke-10 orang itu adalah Romi sendiri, KH Ma'ruf Amin, Din Syamsudin, Muhaimin Iskandar atau cak Imim, Airlangga Hartato, Mahfud MD, Moeldoko, Sri Mulyani, Susi Pudjiastuti dan Chairul Tanjung.[tribun]

Loading...
loading...