logo

4 Agustus 2018

Istri Terduga Teroris di Tegal Bantah Suaminya Terlibat Terorisme

Istri Terduga Teroris di Tegal Bantah Suaminya Terlibat Terorisme


GELORA.CO - Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap dua orang pria di Tegal, Sabtu (4/8). Salah satunya M Yusuf (26). Dia ditangkap di Karanganyar, Sabtu (4/8) sekitar pukul 08.00 WIB.

"Waktu itu suami saya ditangkap saat menyapu halaman depan. Saya enggak lihat, karena sedang di belakang rumah," kata Istri M Yusuf, Sari (23).

Dia menuturkan, saat penangkapan terjadi, dirinya sedang memandikan anaknya yang masih balita. Sari hanya mengetahui dari tetangga, bahwa suaminya ditangkap dengan paksa. "Suami saya dibawa dengan muka ditutup menggunakan semacam kain. Kemudian diseret," ujarnya.

Dengan rasa panik, ia lalu menelepon ibunya. Ia pun membawa anaknya yang masih berusia 4 tahun. Dia mengaku syok dengan penangkapan, karena keseharian suaminya berperilaku normal. Karena sudah satu tahun ini, suaminya berjualan keliling secara mandiri.

"Perilakunya biasa, berangkat pagi pulang sore. Sudah satu tahun jualan kacamata mandiri, keliling kampung," katanya.

Warga asal Desa Mejasem timur ini mengungkapkan, sudah sejak 2017 berhenti jadi karyawan di Toko Optima Optik, Kompleks Pasar Kemantran, Kramat, Kabupaten Tegal. "Sudah keluar satu tahun yang lalu. Setelah itu berwirausaha," katanya.

Ia merasa suaminya tidak bersalah dan terkait dengan aktivitas diduga teroris. "Tidak mungkin suami saya kayak gitu (teroris)," ujarnya.

Sari bersama keluarga dan pihak desa, rencananya akan ke Kantor Polres Tegal untuk menanyakan terkait penagkapan suaminya.

Sementara, orangtua M Yusuf, Damin, mengaku didatangi sekitar 10 polisi sekitar pukul 11.30 WIB. Sambil membawa senjata lengkap dan beberapa kendaraan, ia diminta untuk menandatangi berita acara. "Diminta tanda tangan untuk berita acara," ujarnya.

M Yusuf merupakan anak kelima dari enam bersaudara. Yusuf sendiri menikah dengan Sari pada 2015 dan baru dikaruniai satu anak yang masih berusia sekitar tiga bulan.[kumparan]

Loading...
loading...