logo

1 Agustus 2018

Fahri Hamzah Bongkar Kongkalikong Setya Novanto dan KPK di Skandal E-KTP

Fahri Hamzah Bongkar Kongkalikong Setya Novanto dan KPK di Skandal E-KTP


GELORA.CO - KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata diduga pernah bersekongkol dengan Setya Novanto (Setnov) untuk menyeret Fahri Hamzah menjadi tersangka dalam kasus E-KTP.

WAKIL Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, yang membongkar hal itu kepada publik.

Fahri Hamzah menceritakan itu ketika acara 'Ngopi Bareng Fahri' di Makassar pada Februari 2018 lalu.

Video 'Ngopi Bareng Fahri' di Makassar itu juga diunggah ke akun youtube Fahri Hamzah Official.

"Itu Setya Novanto saban hari dipanggil itu ke lantai atas KPK, diajak nego, salah satunya disuruh sebut nama saya. Sebut aja kalo berani. Saya kirim jin nanti," kata Fahri Hamzah dalam video tersebut.

Namun nama Fahri Hamzah tak pernuh tersebut sampai Setya Novanto divonis hakim.

Tak diketahui bagaimana hasil dari negosiasi antara KPK dan Setya Novanto yang diceritakan Fahri Hamzah.

Tapi berikutnya yang terjadi Setya Novanto kemudian dihukum berat dengan vonis 15 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (24/4/2018), atau 2 bulan usai Fahri Hamzah menyebut Setya Novanto bolak-balik ke lantai atas KPK untuk bernegosiasi menyeret Fahri Hamzah.

Setya Novanto juga diwajibkan membayar denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan. Hukuman yang terbilang berat.

Keburukan Lainnya

Fahri Hamzah sudah berkali-kali menunjukkan ketidaksukaannya terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bahkan Fahri Hamzah yang paling sering berteriak bahwa KPK harus dibubarkan apabila penanganan korupsi mau benar-benar berjalan di Indonesia.

Fahri Hamzah pun mengaku memiliki fakta dan bukti yang siap ia buka di pengadilan terkait keburukan-keburukan KPK.

Dia pun kembali mengungkapkan itu saat acara 'Ngopi Bareng Fahri' di Makassar.

Salah seorang penanya bernama Sofyan yang membuat Fahri Hamzah kembali tergerak menceritakan sederet keburukan KPK.

Dibawah ini adalah perkataan Fahri Hamzah sesuai di video berjudul 'Seru!! Fahri Hamzah dan Warga Makassar Ngopi Bareng' yang diunggah Fahri Hamzah Official.

Sofyan, begini tuan sofyan, tentang kondensat 30 trilliun, bagaimana kalau faktanya ternyata itu tadinya udah selesai dinego di KPK, lalu dinego lagi di polisi. Kenapa KPK tidak ngejar itu kasus. Kenapa dia juga diam. Kan dia boleh mengambil alih perkara. Kenapa dia tidak ambil alih?

Anda kira KPK nggak deal-deal ama orang? dia deal kok. Kasus century dihentikan dia deal. Kerugian 6,7 triliun.

Reklamasi bisnis besar itu, 500 triliun, dihentikan kok. Mana orang bernama Sunny Tanuredja itu, perantara antara Ahok dengan pengusaha besar, Kenapa hilang? Masa korupsi 500 triliun tersangkanya cuma 1 politisi gerindra sama 1 direksi. Yang lain bebas semua, yang sudah dicekal dibebaskan lagi.

Anda kira KPK malaikat nggak main-main proyek gitu ada calo-calonya, calonya lebih gila lagi. Udah lah, dimana institusi tertutup, disitu ada calo. Absolute power corrupt absolutely. Kenapa sumber waras yang sudah riil itu, kerugiannya negaranya udah jelas, tinggal nangkep tuh orangnya. Nggak ada yang ditangkep sampe sekarang, malah KPK menyadap BPK, lalu dia serang BPK, auditor-auditornya jadi takut skrg ini.

Terutama setelah rochmadi disadap handphonenya, diambil handphonenya. Percakapan pimpinan-pimpinan KPK (red-BPK) dikloning oleh mereka, dan sekarang pimpinan-pimpinan BPK jadi takut. Anda kan nggak tahua itu terjadi. Bagaimana dia menangakap auditor-auditor itu dengan cara diintip, dijebak, lalu ditangkap.

Saya ini sudah hafal ini cara kerja, karena saya meneliti bagaimana mereka bekerja. Dan saya simpulkan ini sudah menjadi kejahatan negara dalam negara. Maka kalau anda tanya bagaimana cara memberantas korupsi yang paling efektif, bubarkan KPK. Itu cara memberantas korupsi paling efektif.

Sebab ini omong kosong nih. Sebab kalau anda biarkan polisi yang memberantas korupsi, menegakkan hukum, jaksa begitu, anda bisa kontrol setiap hari.

Mereka bisa datang ke DPR, ada komisi kepolisian, itu ada lembaga yang kita buat untuk mengawasi kepolisia, ada pula yang mengawasi kejaksaan. Itu lembaga kita buat dengan UU untuk mengawasi kejaksaan. Mereka tidak kebal, mereka punya yang bertanggungjawab diatasnya, mereka bisa diinvetigasi. Kalau ini nggak, tertutup, anda nggak tahu apa yang terjadi. Bagaimana dia ngatur permainan orang-orang di dalem. Mana kasus dibuka, mana kasus nggak dibuka.

Saya pernah nantangin tuh, saya bilang berkali-kali dalam kasus tertangkapnya Dirjen Hubla, Antonius, katanya OTT terbesar sepanjang sejarah KPK. Uang yang disita malam itu 20 milliar. Kenapa orangnya dituntun Cuma 4 tahun.

Dan sy tanya kenapa Jonan diperiksa diam-diam dan nggak ada beritanya. Coba tulis coba. Saya tau ini main belakangnya ini, saya tau, calonya ada 2, calo di bidang hukum, dan calo di bidang media. saya tahu calonya. Ini tipu-tipus bos.

Saya ini orang laut, banyak akal kita, bergelombang hidup kita. Jangan kau tipu-tipu. Ini tipu bos, tipu.

Coba kalau mereka berani, biar saya bongkar semuanya di pengadilan. Kenapa mereka takut dengan pansus angket, karena kita sedang ingin melakukan investigasi terbuka ke dalem. Begitu anda cek apa yang terjadi, ini semua main semua ini.

Saya tahu kok siapa di istrna yang apa namanya , calo juga itu orangnya. Siapa tu yang dekat sama nazar. Sekarang ada di istana orangnya, ada diluar juga, dapat jabatan komisaris-komisaris. Kawan anda, abraham kan korban itu, orang kampung masuk jakarta dia nggak tahu cara maen. Udah lah bahwa saya tahu semua ini.

Kenapa orang bernamanama yulianis nggak berani ditersangkakakan. Padahal itu orang membuka soal KPK. Karena dia nggak berani, kelakuan orang-orang di dalam terbongkar.Agus raharjo, dia terlibat E-KTP kok. Sok suci. Saya nggak suka betul nih penjahat-penjahat kaya malaikat.

Saya bebas bicara begini karena saya punya faktanya, dan saya capek lihat bangsa ini ditipu. . Itu aja kok. Anda nggak lihat kita ditipu, makanya fly muji-muji mereka. Padahal saya tahu ini kita lagi ditipu kok.

Jadi saya tahu kenapa suatu kasus diangkat. Ini tujuannya apa, lempar bola ke siapa.

Itu setya novanto saban hari dipanggil itu ke lantai atas KPK, diajak nego, salah satunya disuruh sebut nama saya. Sebut aja kalo berani. Saya kirim jin berarti. [tribun]

Loading...
loading...