logo

1 Agustus 2018

Diunggulkan PKS Jadi Cawapres Prabowo, Sekuat Apa Salim Segaf?

Diunggulkan PKS Jadi Cawapres Prabowo, Sekuat Apa Salim Segaf?


GELORA.CO - Nama Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri menjadi salah satu kandidat cawapres bagi Prabowo Subianto hasil Ijtimak Ulama. Seberapa kuat elektabilitas Salim bila nantinya maju di Pilpres 2019?

Dalam berbagai survei elektabilitas capres/cawapres, nama Salim memang jarang muncul. Pada beberapa survei, hasil elektabilitas Salim juga kecil.

Seperti pada hasil Media Survei Nasional (Median) terakhir, elektabilitas Salim masih rendah. Untuk posisi cawapres, elektabilitas Salim juga masih berada di posisi ke-25 dengan angka 0,2%. Di posisi pertama ada Anies Baswedan yang memperoleh 10,5%, lalu kedua adalah Muhaimin Iskandar (Cak Imin) di 9,3%, dan ketiga adalah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada angka 8,1%.

Selain Salim Segaf, satu kandidat cawapres Prabowo rekomendasi Ijtimak Ulama adalah Ustaz Abdul Somad. Nama Somad sempat masuk pada survei dalam bursa Pilpres, namun belakangan tidak lagi.

"Survei tahun lalu ada yang sebut, cuma karena Abdul Somad juga tegas menyatakan dia mau fokus membangun moral umat, publik tidak lagi menyebut nama Abdul Somad dalam capres cawapres," jelas Rico.


Dia menilai rekomendasi Ijtimak Ulama untuk cawapres tidak sesuai dengan tren elektabilitas saat ini. Dua tokoh tersebut dinilai Rico tidak memiliki elektabilitas yang cukup. "Seharusnya Ijtimak Ulama memperkokoh koalisi oposisi, bukannya malah memecah koalisi oposisi. Aneh, seharusnya mereka tiru Jokowi," sambungnya.

Hal serupa juga disampaikan LSI Denny JA. Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa menyebut elektabilitas Salim Segaf masih rendah. Demikian pula dengan Ustaz Somad yang meski masuk di bursa pilpres, namun belum memiliki angka yang signifikan.

Diunggulkan PKS Jadi Cawapres Prabowo, Sekuat Apa Salim Segaf?Foto: Ustaz Somad. (Mochamad Solehudin/detikcom).

Dia tak menampik banyak orang yang suka dengan Salim Segaf ataupun Somad. Namun menurut Ardian, rasa suka saja tidak cukup untuk bisa berhasil dalam kontestasi pemilu. Meski begitu, bukan berarti Salim dan Ustaz Somad tidak bisa menyumbangkan suara bagi Prabowo apabila nantinya dibawa maju ke Pilpres 2019. Apalagi untuk Salim, sebagai pimpinan tertinggi sudah bisa menggerakkan mesin partainya.

"Dua-duanya punya basis massa real ya, kita tahu Pak Salim sebagai ketua partai PKS, tentu di PKS punya basis massa yang kuat kemudian kalau dilihat dari segi timur barat, Pak Salim dianggap mewakili timur, kemudian Prabowo nasionalis, Pak Salim islamis, bisa juga sedikit banyak pasti bisa menambah kekuatan Pak Prabowo," paparnya.

"Pak salim keuntungan memang dia punya mesin partai yang sudah terbukti baik kemarin di Jabar, Jateng dan daerah lainnya. Tinggal menunggu komando saja," sambung Ardian.

Meski begitu, Salim Segaf dinilai masih kalah dari Ustaz Somad dari segi popularitas. Namun menurut Ardian, Salim menang dari sisi mesin partai.

Sebelumnya Prabowo sudah bicara soal hasil rekomendasi Ijtimak Ulama. Meski menyatakan siap mempertimbangkannya, dia menegaskan cawapres tetap akan diputuskan melalui partai koalisi.[dtk]

Loading...
loading...